Beranda Drives Lamborghini Aventador S 2017, Blistering Pace (Bagian 2)

Lamborghini Aventador S 2017, Blistering Pace (Bagian 2)

Supercar 740 hp ini memang agresif tetapi mudah dijinakkan ketika melahap trek Ricardo Tormo, Valencia.

BERBAGI

MENJAJAL Lamborghini Aventador S benar-benar memacu adrenalin saya. Seperti yang dijanjikan oleh pabrikan asal Sant’ Agata Bolognese itu, sebanyak 20 unit mobil Lamborghini menyambut kami pada hari Senin (23/1) di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, dalam acara  Lamborghini Aventador S Global Dynamic Launch 2017. Ketika saya memacunya di trek lurus sepanjang 650 meter di depan pit lane dan harus menurunkan gigi, mesin meraung-raung dan menyentak.

Seperti suara-suara auman di samping telinga yang terus menghantui sepanjang sirkuit. Tetapi Ia begitu stabil ketika memasuki tikungan  medium dan cepat di Tikungan 3 ke kanan atau di Tikungan 7 (Curva Aficion) atau pun S kecil medium sehabis Curva Aficion. Ketika memasuki tikungan pelan seperti di Tikungan 2 (Curva Doohan) dan Tikungan Terakhir (Curva A. Campos) setelah melesat di trek lurus, Aventador S masuk dengan tenang, gesit dan meledak-ledak di exit tikungan.

Peter menginstruksikan kepada semua anggota grup agar menambah kecepatan, namun Ia mengingatkan agar berhati-hati karena trek masih basah sehingga licin. “Jika kecepatan saya terlalu pelan, Anda tempel saja mobil saya, kayak disundul-sundul, bayangin terus itu tandanya yang di belakang saya ingin menambah kecepatan.”

Pengoperasian fitur mode pengendaraan dan transmisi pada Aventador S sangat mudah. Tinggal pencet saja tombol ke mode-mode pengendaraan yang diinginkan. Untuk menginginkan transmisi manual, juga begitu tinggal pencet tombol yang terletak di konsol tengah. Ketika memakai Sport mobil terasa agresif, suspensi menjadi tambah keras dan setir bertambah berat demi kestabilan. Namun ketika diberi input saat masuk tikungan, tangan Anda tak perlu effort berlebihan karena tinggal menginput enteng saja. Dan layaknya supercar, bantingannya memang keras tapi masih terasa nyaman.

Baca Juga:  Ikuti Tren, Jeep Cherokee 2019 akan Gunakan Mesin Hybrid 2.0L

Ketika dipindahkan ke mode Corsa, yang memang diperuntukkan di sirkuit, tambah agresif lagi. Suara yang keluar dari knalpot bertambah menggelegar, suspensi bertambah keras dan respon mesin semakin agresif. Tetapi lebih gesit namun mudah dijinakan ketika masuk tikungan. Pabrikan mengklaim bahwa untuk berakselerasi dari 0 – 100 km/jam, hanya membutuhkan waktu 2,9 detik saja. Ketika saya memakai Ego di Stint 3 dan 4,yang dipadukan dengan Corsa dan Sport, sensasinya tambah luar biasa. Namun tetap stabil.

Chassis Aventador S ini masih tetap mempertahankan tradisi Aventador sebelumnya, yakni monokok serat karbon yang sangat ringan yang ditempelkan dengan rangka alumunium sehingga berat kosongnya (dry weight) hanya 1.575 kg. Aventador S juga mengembangkan apa yang disebut ‘total control concept” agar pengemudian, pengendaraan dan performa mobil di setiap layout jalan terasa sangat spesial. Pengembangan juga merambah pada setiap aspek suspensi dan sistem elektronika mobil dengan tujuan agar mobil tambah stabil dan menambah sensasi dalam mengemudi.

Lateral control (pengendalian terhadap gerakan mobil ke samping kanan dan kiri yang dirasakan ketika mobil menikung) juga berasal dari pengembangan teranyar pada sistem penggerak empat roda yang untuk pertama kalinya dipakai di dalam produk Lamborghini. Sistem ini membuat mobil semakin gesit di kecepatan rendah dan medium dan juga membuat mobil semakin stabil pada kecepatan tinggi.

Pada as roda depannya dikombinasikan dengan Lamborghini Dynamic Steering (LDS) yang diseting agar feeling mobil terasa lebih natural dan responsif ketika masuk tikungan secara tajam. Selain itu secara khusus juga diseting ulang agar bisa bekerja secara terintegrasi dengan Lamborghini Rear-Wheel (LRS) aktif di as roda depan: di mana dua actuator yang terpisah akan bereaksi dalam waktu lima mili detik dengan input gerakan yang diberikan oleh pengemudi ke kemudi sehingga angle mobil pada saat menikung real-time dan tingkat kekakuannya menyesuaikan dengan tikungan tersebut.

Baca Juga:  Lexus RX L, Akhirnya Punya Pilihan 7 Kursi

Kestabilan mobil juga berasal dari pengembangan pada pushrod dan Lamborghini Magnetorheological Suspension (LMS) dengan kinematic terbaru yang diadaptasikan dengan penggerak empat roda. Geometri suspensi terbaru dioptimalkan demi pengemudian roda belakang, termasuk arm atas dan bawah dan wheel carrier.

Kestabilan Aventador S juga diperoleh dari desain eksterior terbaru yang diterapkan dengan tujuan meningkatkan efisiensi aerodinamika, meningkatkan pendinginan mesin dan pendinginan pada radiator. Bagian depan dan belakang dibuat lebih kekar dan dinamis misalnya dengan mengintegrasikan elemen-elemen ikonik Lambo masa lalu, seperti garis pada bumper yang mirip dengan Countach. Nose dibuat lebih agresif dan splitter depan dibuat lebih panjang untuk memuluskan aliran udara. Dua lubang udara di bagian samping bumper depan berfungsi mengurangi gangguan terhadap aerodinamika dari bagian ban depan dan mengoptimalkan aliran angin ke radiator belakang.

Pantas saja jika Aventador S begitu menyenangkan untuk dinikmati. Meskipun bertampang buas, saya merasa percaya diri ketika menambah kecepatan demi kecepatan atau pun ketika melewati tikungan lamban, medium dan cepat. Mobil sangat terkontrol dengan baik, dan memang saya tak pernah mematikan sistem kontrol traksi selama di Ricardo Tormo.

Baca Juga:  Subaru Impreza 2017, Impressive Impreza

Setelah melahap 16 lap, kami kemudian dipersilahkan membawa mobil ke hotel dari sirkuit dengan hanya berbekal GPS. Mereka juga membekali kami dengan road map semacam pace notes pada reli yang sudah tersedia di dalam iPad, namun kami memilih GPS. Kami membelah jalan-jalan di tengah kota Valencia sambil mencari-cari lokasi memotret di bawah pandangan hampir semua mata di jalan-jalan yang kami lalui. Bahkan ada seorang pria yang sengaja turun dari mobilnya ketika lampu merah dan memotret mobil kami.

Saya bergantian mengemudikan mobil dengan wartawan Thailand. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam kami bergantian mengelilingi Valencia. Ketika saya di belakang kemudi, mode pengendaraan berpindah pada  Strada dan transmisi berpindah-pindah dari mode manual ke otomatis. Hmm…mobil ini sangat menyenangkan dikemudikan di jalan raya kota terbesar ketiga di Spanyol yang cukup lengang ini meskipun pada saat itu jam sibuk. Aah, Andai saja jalanan di Jakarta seperti di Valencia…

Spesifikasi Lamborghini Aventador S 2017

Layout kendaraan: Mesin tengah, 2 pintu, 2 penumpang, AWD
Mesin: V12, 60 derajat 6.5 L/ 740 hp @ 8400 rpm/ 690 Nm @ 5.500 rpm
Transmisi: A/T 7-kecepatan dengan paddle shift dan dengan mode Manual.
0 – 100 km/jam: 2,9 detik
P x L x T: 4797 x 2030 x 1136 mm
Wheelbase: 2700 mm
Dry weight: 1.575 kg
Distribusi bobot: 43% : 57%
Kapasitas tangki BBM: 85 liter

EKA ZULKARNAIN

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Toyota Terbaik dalam Layanan Purna Jual versi JD Power

JAKARTA, 11 Desember 2017 -- Toyota Indonesia kembali dinilai sebagai perusahaan otomotif kendaraan roda empat di Tanah Air dengan pelayanan...

Toyota Avalon 2019 Lakukan Debut di Detroit Auto Show 2018

DETROIT, 11 Desember 2017 – Mobil-mobil bergenre sedan tengah menurun penjualannya tergerus meningkatnya pemintaan akan SUV crossover. Meski demikian sedan...

Ikuti Tren, Jeep Cherokee 2019 akan Gunakan Mesin Hybrid 2.0L

DETROIT, 11 Desember 2017 -- Jeep Cherokee KL, yang pertama kali melakukan debutnya di New York Auto Show 2013, tengah...

Tak Menarik, Mazda Enggan Bangun Mesin Turbo Kecil dan Transmisi CVT

TOKYO, 11 Desember 2017 – Di saat pabrikan lain berlomba-lomba membuat mesin berkapaistas kecil dan turbo serta transmisi CVT, tidak...

Pembalap Toyota Team Indonesia Siap Beradu Cepat di Fuji Speed Way

TOYOTA, 10 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI), Alinka Hardianti dan Haridarma Manoppo, tampil menawan dan berhasil...