Home Drives Menjajal Kemampuan All-New Mazda CX-5 Malang – Denpasar

Menjajal Kemampuan All-New Mazda CX-5 Malang – Denpasar

SHARE

BANYUWANGI, 13 Juli 2017 – Peluncuran All-New Mazda CX-5 yang dilakukan oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai APM Mazda di Indonesia ditandai dengan perjalanan sejauh lebih dari 500 kilometer dari Malang, Jawa Timur sampai ke Denpasar, Bali. Carvaganza langsung mencoba kemampuan SUV atau crossover terbaru dari pabrikan Jepang ini.

Perjalanan dimulai Selasa kemarin (11/7) dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, menuju Banyuwangi dengan menempuh jarak 300 km. Kami menginap semalam di Banyuwangi yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan keesokan paginya menuju Bali dengan rute Bali Utara.

Pada test drive All-New Mazda CX-5 dari Malang menuju Banyuwangi, saya mendapatkan tipe Elite, yang merupakan tipe tertinggi dari dua tipe yang disediakan APM dari SUV terbaru ini. Tipe lainnya adalah Grand Touring yang posisinya dibedakan dengan Elite dari pembedaan sejumlah fitur. Kedua tipe memakai versi mesin yang sama yakni bensin naturally-aspirated 4 silinder segaris DOHC 16 valve 2.5 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 187 horse power dan torsi 251 Nm di 3250 rpm. PT EMI untuk sekarang ini hanya memasukkan secara resmi versi mesin 2.5 liter dan tidak merilis versi 2.0 liter.

Ketika saya mendapatkan Mazda CX-5 2017 tipe Elite, sulit untuk membedakan secara kasat mata dengan tipe Grand Touring. Tampang keduanya mirip. Namun, kalau Anda memperhatikan secara seksama baru dapat dikenali. Pada tipe Elite terdapat alat sensor di bagian atas tengah windshield, tepat di depan rear view mirror. Anda dapat juga mengenali tipe Elite lewat adanya semacam lubang di  bagian dashboard bagian pengemudi di atas cluster meter di mana lubang tersebut berfungsi sebagai layar head-up display, yang oleh pihak Mazda diberi nama Active Driving Display.

All-New Mazda CX-5 berteknologi Skyactiv ini telah mendapatkan sejumlah penyempurnaan. Bahkan menurut pabrikan Hiroshima, pihaknya telah melakukan lebih dari 250 titik penyempurnaan baik di eksterior, interior, maupun performa agar pengalaman mengemudi pengendara maupun penumpang menjadi semakin baik dan nyaman.

Baca Juga:  Pertamina Lubricants Bagi-Bagi Ratusan Tiket Gratis GIIAS 2017

Penyempurnaan pada bagian eksterior meliputi desain ulang  mobil sehingga menjadi lebih tajam dan agresif membuat wing grille ikut mengerucut, posisi wiper dibuat lebih rendah dai kap mesin demi kepentingan aerodinamika, desain ulang pada headlamp LED lengkap dengan Daytime Running Light (DRL) serta sudah memakai teknologi adaptive-front lighting.

Pada bagian dalam, penyempurnaan meliputi hampir semua aspek dari mulai layout dashboard yang lebih segar dan lebih tegas dengan aksen kayu, desain ulang pada lubang AC maupun peremajaan desain konsol tengah maupun cluster meter. Begitu juga dengan display layar sentuh yang berada di bagian tengah dashboard yang bentuknya berbeda dengan Mazda CX-5 terdahulu. Layar ini memuat ragam informasi tentang mobil, pengaturan sistem infotainment, navigasi dan juga sebagai kamera belakang yang membantu pengemudi ketika memundurkan kendaraannya. Jok dibalut kulit berkualitas dengan 8 cara pengaturan plus memori untuk pengemudi dan 6 cara pengaturan untuk penumpang depan.

Baca Juga:  Ini Dia Orang Dibalik Mitsubishi Xpander

Pabrikan juga mengklaim bahwa kabin SUV/Crossover ini dibuat lebih senyap dibandingkan versi sebelumnya berkat insulasi di sejumlah titik seperti pada bagian pintu, firewall dan bagian kolong mobil.

Berkat penyempurnaan pada setingan mesin, suspensi depan dan belakang, setingan chassis dan penyematan teknologi G-Vectoring Control (GVC), mobil menjadi lebih nyaman. Pengemudi dan penumpang tidak mengalami kelelahan yang berlebihan ketika menempuh perjalanan jauh. Pasalnya, mobil menjadi lebih stabil dan nyaman baik ketika dipacu di jalan lurus maupun di jalanan twisty luar kota. Guncangan mobil teredusir.

Pengemudi merasa percaya diri ketika mengemudikan mobil baik di jalan lurus maupun di kondisi jalan menanjak serta berliku. Tenaga 187 hp pada 6000 rpm dan torsi maksimal 251 Nm pada 3250 rpm yang dihasilkan mesin 4 silinder segaris DOHC 16 valve 2500 CCC terasa berdaging di setiap putaran.

Carvaganza yang mengikuti konvoi yang dikawal patwal tak kesulitan mengikuti kecepatan mobil di depannya ketika melibas jalanan menanjak maupun bermanuver di jalan yang cukup padat. Perpindahan transmisi otomatis 6-kecepatan yang menyalurkan tenaga ke roda depan terasa halus. Perjalanan dari Malang menuju Probolinggo yang sarat dengan turunan dan tanjakan berliku, atau ketika melibas kawasan Kintamani, Danau Batur dan Gianyar yang terkenal dengan kelokan-kelokan tajamnya terasa menjadi sebuah pengalaman mengemudi yang sensasional.

Mobil menjadi lebih stabil, minim body-roll dan bantingan suspensi menjadi tereduksi sehingga tidak terlalu menggangu penumpang. Pengereman juga dapat memprediksi titik henti secara objektif sesuai input pedal rem yang diberikan oleh pengemudi baik pada saat melakukan pengereman medium atau pun ketika harus melakukan late dan hard braking .

Pada tipe Elite, Carvaganza juga merasakan kerja sejumlah fitur canggih yang  terpasang seperti Blind Spot Monitoring System  yang memberikan peringatan bunyi jika ada pengendara di bagian kanan dan kiri yang terdeteksi oleh sistem tersebut atau pun Lane Departure Warning dan Lane-Keep Assist. Kedua fitur terakhir akan memberikan peringatan kepada pengemudi berupa grafis pada head-up display atau pun getaran pada setir dan berat tambahan pada lingkar kemudi tersebut jika kedua fitur itu aktif. Begitu juga dengan fitur Smart Brake Support  yang akan memberikan peringatan bunyi dan gambar pada head-up display sehingga pengemudi akan tetap waspada.

Baca Juga:  Ini 8 Fitur Keselamatan Mitsubishi Xpander

Dari hasil pengemudian selama dua hari yang memakan jarak tempuh lebih dari 500 km, SUV penggerak roda depan ini tergolong efisien dalam hal konsumsi bahan bakar. Sebagai gambaran dengan kapasitas tangki 56 liter, perjalanan Carvaganza dari Malang – Probolinggo – Banyuwangi dengan istirahat di Rawon Rampal, Taman Indi River dan Rest Area Paiton dengan total jarak 300 km hanya menghabiskan dua strip indikator bensin saja. Rata-rata konsumsi BBM 8 km per liter dengan mode pengendaraan hampir sepenuhnya Sport dengan kecepatan kendaraan rata-rata 80 km per jam. Mode Normal hanya dipakai sesekali saja.

EKA ZULKARNAIN

SHARE

Dukung Pendidikan, Fuso Donasikan Colt Diesel ke 8 SMK

JAKARTA, 18 Agustus 2017 -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Authorized distributor dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus...

Ini 8 Keistimewaan New Hyundai H-1

BSD CITY, 18 Agustus 2017 – Hyundai H-1 sudah hadir di pasar Indonesia sejak 2008. Full-size MPV ini telah memenangkan...

TOSCA Gelar Touring Perdana ke Lembang

LEMBANG, 18 Agustus 2017 - Toyota Sienta Community Indonesia (TOSCA) baru saja menggelar touring perdana mereka ke Lembang, Bandung. Tak...

Hyundai All New Tucson CDRi, Elegan di Tangan Desainer Dunia

BSD CITY, 18 Agustus 2017 -- PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) memboyong semua line-up terbaiknya di ajang Gaikindo Indonesia International...

Venom Luncurkan 4 Produk Termahal di GIIAS 2017

BSD CITY, 18 Agustus 2017 -- Venom Audio rutin mengikuti perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang berlangsung...