Beranda EDITOR'S PICKS Rio Haryanto, Kurang Agresif dan Galak

Rio Haryanto, Kurang Agresif dan Galak

BERBAGI

JAKARTA, 13 Juni 2016 – Formula 1 musim 2016 sudah memasuki 7 putaran dari 21 putaran dengan balapan penutup di Sirkuit Yas Marina, GP Abu Dhabi. Nico Rosberg dari tim Mercedes masih memimpin klasemen sementara pembalap dengan 116 poin sampai dengan GP Kanada hari Minggu kemarin (12/6). Rekan satu timnya, Lewis Hamilton, semakin mempertipis selisih poin dengan total 107 setelah meraih 25 poin hasil finis di Sirkuit Gilles Villeneuve.

Selain persaingan antara tim papan atas seperti Mercedes vs Ferrari dan Red Bull atau di papan tengah antara Williams vs Force India vs Scuderia Toro Rosso vs McLaren. Yang menarik juga adalah Manor Racing vs Haas atau juga dengan Sauber yang sekarang ini anjlok. Antara Rio Haryanto vs Pascal Wehrlein vs Romain Grosjean vs Esteban Gutierrez. Menarik karena ada faktor Rio Haryanto di sini, sebagai pembalap F1 pertama dari Indonesia.

Sampai GP Kanada kemarin, Rio memang tak pernah membukukan poin. Begitu juga dengan rekan satu timnya, Pascal Wehrlein. Keduanya berada di posisi ke-22 dan ke-23 klasemen umum pembalap selama musim berjalan. Jadi teringat ketika pada Februari 2016 Rio diumumkan bergabung dengan Manor Racing untuk melakukan debutnya di F1. Saya menilai waktu itu bahwa pada tahun pertamanya, membukukan finish dengan mulus saja bagi Rio Haryanto adalah sebuah prestasi. Jangan berharap muluk ia meraih poin, soalnya banyak hal yang perlu kita perhatikan ketika menilai prestasi Rio di musim ini, terutama karier dan tim.

13062016-Car-GP-Kanada_09

Berarti  ukuran di dalam menilai adalah finish, bukan poin dan bagaimana Rio berduel dengan rekan satu timnya. Pasalnya tidak mudah bagi Rio mendapatkan poin dalam kondisi yang seperti sekarang.

Dari 7 putaran balap, Rio membukukan 2 kali DNF (did not finish) di balapan pembuka GP Australia di mana ia harus retire karena kerusakan transmisi di lap 17. Setelah itu di Sirkuit Sochi, GP Rusia, karena mobilnya disenggol oleh pembalap lain dan sempat terbang. Bagian sidepod rusak berat sehingga tak bisa melanjutkan balapan. Sedangkan rekan setimnya Wehrlein mencatat finis di semua lomba dan posisi finishnya selalu di atas Rio.

Dalam hal finish, Rio bagus karena dari 7 kali putaran, finish mulus 5 kali. Dua DNF pun bukan karena kecerobohan rookie, tapi oleh sebuah kondisi alamiah di dalam balapan. Tabrakan dan ditabrak merupakan hal biasa. Tapi catatannya masih kalah oleh Pascal sebagai rekan setimnya di Manor, baik di saat free practice, kualifikasi ataupun finish race. Dan saya pikir, jam terbang di F1 sangat menentukan posisi Pascal dalam hal ini.

13062016-Car-GP-Kanada_08

Dalam hal pengembangan performa selama race weekend, Rio mendapatkan progress yang positif. Lihat saja bagaimana Rio beradaptasi dengan teknologi F1 yang begitu rumit di empat balapan pertama. Kita lihat juga  bagaimana race weekend Rio dari putaran ke putaran dan bagaimana cara Rio menjinakkan mobil dari race pertama sampai race ketujuh kemarin.

Namun, sebagai rookie, Rio kurang agresif dan galak. Pada setiap penampilannya di race, Ia terlalu terkesan berhati-hati sehingga membuat banyak orang geregetan, khususnya di empat putaran terakhir. Rio perlu sedikit galak dan menggedor ketika berduel, seperti yang ia perlihatkan ketika wheel-to-wheel dengan Valteri Bottas di GP3 di atas lintasan basah atau pun ketika ditempel Stoffel Vandoorne di Austria ketika di GP2.

Memang banyak faktor yang menentukan jalannya balapan, mulai dari setingan mobil, ban, strategi balap, kondisi balap, tim, pengalaman dan lain sebagainya. Namun spirit seorang pembalap tetap sama, ingin menjadi yang terdepan. Dan kita merindukan spirit Rio Haryanto seperti waktu Ia di GP3 dan GP2 yang menerbangkannya ke Formula 1. Go Rio, keep pushing.

[table id=54 /]

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI



Honda Resmi Pasok Mesin Scuderia Toro Rosso Musim 2018

TOKYO, 18 September 2017 – Honda secara resmi mengumumkan kerjasama dengan tim balap F1 Scuderia Toro Rosso untuk balap Formula...

Bridgestone ECOPIA EP150 Jad Ban Resmi Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

JAKARTA, 18 September 2017 – Bridgestone kian dipercaya sebagai original equipment alias ban resmi beberapa APM di Indonesia. Kali ini...

Hino Luncurkan Varian Truk Tambang Bertransmisi Otomatis

JAKARTA, 18 September 2017 - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memanfaatkan ajang Mining Expo Indonesia 2017 untuk meluncurkan varian terbaru dari Hino700 Series....

Rayakan Satu Dekade, Swift Club Indonesia Gelar Jambore

JAKARTA, 18 September 2017  - Komunitas pemilik mobil Suzuki Swift yang tergabung dalam Swift Club Indonesia (SCI) baru saja merayakan...
video

VIDEO: Test Drive Ferrari 488 Spider

JAKARTA, 18 September 2017 -- Supercar mesin tengah ini ini adalah anggota keluarga Ferrari 488, yang diperkenalkan pada tahun 2015...