Beranda Drives Menikmati Performa Suzuki New Ertiga

Menikmati Performa Suzuki New Ertiga

Persyaratan untuk menjadi mobil pilihan ada di Suzuki New Ertiga.

BERBAGI
(Foto: Raju Febrian/Carvaganza)

JAKARTA, 12 September 2015 – Sebelum diluncurkan secara resmi, pertengahan bulan ini, PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) menggelar media test drive New Ertiga. Carvaganza mendapat kesempatan untuk ikut mencoba kenyamanan dan performa Low MPV terbaru Suzuki ini menuju Cirebon selama dua hari, 9-10 September kemarin.

Sejak awal Suzuki menegaskan jika New Ertiga adalah mobil yang benar-benar baru. Perubahan dari sisi eksterior dan interior memang tak terlalu kelihatan. Namun dari sisi mesin, banyak perbaikan yang dilakukan. Makmur, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) mengatakan ada 8 perubahan pada mesin yang membuat New Ertiga makin yahud untuk dikendarai dan juga hemat dalam konsumsi bahan bakar.

Setelah berkumpul di kantor pusat PT SIS di Wisma Indomobil, Jalan MT Haryono, Jakarta, kami menuju rest area KM 39, Cikampek, yang menjadi titik keberangkatan. Dari sini, Suzuki sudah menyiapkan 12 mobil, 6 dengan tipe transmisi otomatis dan 6 trasmisi manual, yang masing-masing diisi 3 jurnalis.

Saat berangkat, saya mendapatkan Suzuki New Ertiga tipe GX dengan transmisi otomatis. Oh, ya, sebagai informasi, Suzuki New Ertiga tersedia dalam 5 varian yaitu GA M/T (Rp 179 juta), GL M/T (Rp 195,5 juta), GL A/T (Rp 208 juta), GX M/T (Rp 203,9 juta), dan GX A/T (Rp 216,5 juta).

Baca Juga:  Menjajal Mitsubishi Xpander di Sitinjau Lauik dan Kelok Sambilan

Saya memilih memulai perjalanan sebagai penumpang. Saya duduk di bangku depan sebelah pengemudi. Ah, ini kesempatan untuk mengeksplor fitu-fitur yang ada di kabin New Ertiga.

Kesan pertama adalah tampilan baru New Ertiga lebih segar. Dengan penggunaan warna coklat yang lebih gelap pada Carpet Floor, tuas persneling (Gear Shift), rem tangan (Hand Brake) dan Luggage Under Box yang kini berkelir Dark Grey. Namun hal itu tidak diberlakukan pada jok New Pattern Fabric Material seat yang tetap berwarna terang sehingga beresiko cepat kotor.

Ruang kaki penumpang depan sangat lega. Bangku yang bisa digeser ke belakang (sliding) membuat kaki bisa selonjoran. Hal yang sama diberlakukan pada bangku baris kedua. Ada penambahan Accessories Socket pada bagian belakang Console Box pada baris ke-2. Kursi baris ketiga, meski tidak terlalu lega, kini dapat di-split 50:50 sehingga kapasitas bagasi belakang lebih besar.

Baca Juga:  Ikuti Tren, Jeep Cherokee 2019 akan Gunakan Mesin Hybrid 2.0L

Untuk hiburan, ada head unit yang mendapat tampilan baru. Dengan dukungan speaker yang lumayan, bisa menjadi hiburan sepanjang perjalanan. Pengaturan suara audio dan pemilihan gelombang radio bisa dilakukan lewat kemudi.

Selama perjalanan, saya merasakan mesin K14B berkapasitas 1.4 liter yang dipasangkan dengan transmisi otomatis 4-speed cukup bertenaga. Mesin ini sudah dilengkapi teknologi Variable Valve Timing (VVT), Multi Point Injection (MPI), Metal Timing Chain dan Drive by Wire Technology. Perpindahan antar gigi berlangsung mulus. Itu yang kemudian saya rasakan ketika mendapat kesempatan menyetir di Kota Cirebon.

Dony Saputra, Head of 4W Product Development PT. SIS mengatakan ada 8 perubahan pada mesin New Ertiga. Meski harus menurunkan tenaga dari 95 PS ke 92 PS, atau turun 3 PS dari generasi sebelumnya. Ada tujuannya yaitu konsumsi yang lebih baik.

Klaimnya konsumsi lebih hemat 8% menjadi sekitar 17,1 km/liter. Namun, hasil yang kami dapatkan sangat mengejutkan. Dengan jarak tempuh sekitar 179 km di tol Cikopo-Palimanan, konsumsi BBM mobil kami ternyata bisa mencapai 22,5 km/liter. Padahal selama perjalanan AC tetap dihidupkan dan kecepatan konstan di angka 60-80 km/jam.

Baca Juga:  Menikmati Kemampuan Mitsubishi Xpander di Kaki Gunung Halimun - Salak

Khusus untuk tipe transmisi manual 5-speed, torsi dimajukan lebih awal dan rasio antar gigi dibuat lebih baik. Rasio gigi akhir diubah dari 0,8 menjadi 0,7 untuk membuat napas tarikan lebih panjang. Hal ini memang ditujukan untuk mendapatkan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat.

Inilah yang kemudian saya rasakan ketika pulang keesokan harinya. Kali ini saya mendapatkan tipe GX dengan transmisi manual. Saya memang berniat menggeber habis-habisan tipe manual ini. Di tol Cipali, saya bisa mendapatkan kecepatan hingga 170 km/jam. Pada kecepatan ini mobil lumayan stabil meski sedikit diganggu angin yang cukup besar di luar kabin.

Dengan tampilan yang lebiyh stylish, interior cukup nyaman, dan performanya, New Ertiga oke juga sebagai pilihan.

RAJU FEBRIAN

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Lokasi Strategis, Mitsubishi Buka Diler Kendaraan Penumpang di Lubuk Linggau

LUBUK LINGGAU, 12 Desember 2017 -- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus menunjukkan agresifitasnya dalam memperluas jaringan penjualannya untuk...

Dani Humardani Kembali Pimpin Grand Livina Club Indonesia

JAKARTA, 12 Desember 2017 – Komunitas penggemar Nissan Grand Livina yang bernaung di bawah bendera Grand Livina Club Indonesia (Gravinci)...

New McLaren Senna, Mobil Jalanan Paling Ekstrem

SURREY, 12 Desember 2017 – Secara tampilan memang tidak cantik. Tapi Mclaren Senna P15 adalah mobil extreme road-going paling ekstrem...

Pembalap Toyota Team Indonesia Mampu Finish di Toyota Gazoo Racing 2017

TOKYO, 11 Desember 2017 – Dua pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) tampil cukup apik di ajang Toyota Gazoo Racing 2017...

Honda Mobilio Battle of Efficiency Catat Konsumsi 24,1 Km/Liter

JAKARTA, 11 Desember 2017 -- PT Honda Prospect Motor menggelar tatangan hemat bahan bakar bagi komunitas dan calon konsumen Honda...