Beranda Blogs Astra Sumbang SMKN 1 Leuwiliang Senilai Rp 27 Miliar

Astra Sumbang SMKN 1 Leuwiliang Senilai Rp 27 Miliar

BERBAGI

BOGOR, 12 Juli 2017 — Sebagai wujud komitmen di bidang pendidikan, PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) pada hari ini, Rabu (12/7), meresmikan dan menyerahkan gedung SMKN 1 Leuwiliang beserta seluruh sarana pendukungnya di Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor. Pembangunan serta pembinaan SMK 1 Leuwiliang ini menelan total biaya sekitar Rp 27 miliar.

Subscribe Now!

Peresmian dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Selanjutnya, Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko menyerahkan Gedung SMKN 1 Leuwiliang kepada Bupati Kab. Bogor Hj. Nurhayanti, S.H., M.M., M. Si., dan diteruskan dengan penyerahan aset oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan  Provinsi Jawa Barat. Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si.

“Kami bangga terhadap Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas pendidikan agar sejalan dengan program pemerintah dalam memeratakan pendidikan berkualitas. SMKN 1 Leuwiliang merupakan salah satu sekolah terbaik dan dapat menjadi model dalam program revitalisasi SMK di Indonesia,” kata Menteri Muhadjir dalam sambutannya.

Baca Juga:  Astra Serahkan 2.000 Sepatu dan 500 Tas untuk Anak-Anak Kapuas Hulu

Biaya Rp 27 miliar tersebut merupakan bagian dari Rp 47 miliar (khusus untuk pembangunan dan pembinaan di Leuwiliang atau sekitar 40% dari total biaya pembangunan dan renovasi sekolah secara nasional yang dilakukan YPA-MDR — salah satu dari 9 yayasan dalam Grup Astra) yang mencapai Rp 187 miliar. Dengan demikian, SMKN 1 Leuwiliang merupakan satu dari sekolah menengah kejuruan dengan fasilitas terlengkap dan terbaik di Indonesia.

SMKN 1 Leuwiliang ini, dengan keahlian Agribisnis, Pengolahan Hasil Pertanian, sesuai dengan program pemerintah yang fokus pada SMK di 4 sektor unggulan, yakni pertanian, pariwisata, kelautan dan industry kreatif.

Bupati Nurhayanti menambahkan dengan bantuan Astra, SMKN 1 Leuwiliang diharapkan dapat mencetak siswa yang akan mengharumkan dan memajukan Bogor. Hadirnya jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aspek pendidikan, tetapi juga turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah binaan Astra.

Baca Juga:  Ini 7 Pemenang SATU Indonesia Award 2017

Sejak tahun 2006, Astra melalui YPA-MDR, yang fokus membina pendidikan dan sekolah di wilayah prasejahtera, merintis dan membina di Kecamatan Leuwiliang, yang diawali dengan 5 SD negeri. Kemudian, merintis SMPN 4 Leuwiliang pada tahun 2007 dan selanjutnya merintis SMKN 1 Leuwiliang pada tahun 2011 dengan Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di atas lahan SMPN 4 Leuwiliang, sesuai dengan potensi wilayah Leuwiliang yaitu, pertanian. Total biaya yang pembangunan dan pembinaan sekolah di Leuwiliang mencapai Rp47 miliar.

Dibangun di atas tanah 1.000 m2 dan bangunan 3.600 m2, SMKN 1 Leuwiliang memiliki 6 ruang teori, 6 workshop, 3 laboratorium IPA, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang bimbingan dan konseling, koperasi, perpustakaan, aula, mushola, UKS, toilet siswa, toilet guru, pantry, gudang, ruang genset, ruang penjaga, kantin sekolah.

Baca Juga:  Ini 7 Pemenang SATU Indonesia Award 2017

“Kami berharap dengan berdirinya gedung SMKN 1 Leuwiliang dengan semua kelengkapan yang diberikan oleh Astra ini dapat memberi kesempatan siswa untuk terus mengembangkan diri untuk membangun daerahnya, sekaligus menjadi penggerak pembangunan Indonesia,” ujar Paulus Bambang Widjanarko.

Bersama  dengan YPA-MDR sebagai pengelola bantuan, Astra telah membantu dan membina 61 sekolah negeri, yaitu 48 SD, 9 SMP dan 4 SMK yang terletak di Kabupaten Bogor, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Serang dan Kabupaten Kupang. Jumlah guru yang dilayani sebanyak 842 orang dan jumlah siswa sebanyak 13.094 orang.

RAJU FEBRIAN

BERBAGI



Ini Cara Menghilangkan Hewan Pengerat di Mobil Anda

JAKARTA, 21 Oktober 2017 - Banyak orang yang merasa heran dengan mobil yang tiba tiba rusak meski di parkir di dalam garasi yang tertutup...

NexDrive Special Promo di Mazda Power Drive 2017

JAKARTA, 20 Oktober 2017 -- NexDrive, TV berlangganan mobil pertama di dunia yang menggunakan teknologi DVB-T2 Diversity ikut meramaikan Mazda...

Makin Sadis, Porsche 718 GTS Cayman dan Boxster

MUENCHEN, 20 Oktober 2017 – Porsche memperkenalkan dua keluarga terbarunya yaitu 718 Boxster GTS dan 718 Cayman GTS. Keduanya menawarkan...

Satu Lagi Mobil Futuristik Toyota untuk TMS 2017

TOKYO, 20 Oktober 2017 – Tokyo Motor Show (TMS) 2017 pada 25 Oktober – 5 November mendatang, juga dimanfaatkan Toyota untuk...

Land Rover Pusing dengan Mobil Tiruan Asal Cina

BEIJING, 20 Oktober 2017 – Ada yang mengatakan imitasi adalah bentuk sanjungan yang paling tulus. Tentunya tidak semua setuju dengan...