Home Drives Memacu Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017 KL – Singapura

Memacu Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017 KL – Singapura

SHARE

SINGAPURA, 11 Juni 2017 – Seperti yang telah saya singgung pada tulisan saya sebelumnya, pemuncak acara Mercedes-Benz Urban Hunting X Ultra Singapore 2017’ bukanlah test drive, melainkan sebuah gelaran Ultra Music Festival Singapore 2017. Tidak seperti kebanyakan media test drive yang saya ikuti.

Namun, yang tak kalah menarik dengan gelaran Ultra Music tersebut adalah Carvaganza mendapatkan kesempatan mengemudikan Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017 sejauh sekitar 400 km dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Singapura. Apalagi crossover ini baru akan diluncurkan di Jakarta pada 15 Juni nanti.

Saya beserta sejumlah media dari Jakarta mengawalinya dari Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (8/6). Setibanya di KL pada Kamis sore, kami mendapat sambutan Welcome Party di Hap Seng Star KL, yang berdekatan dengan Hotel Shangrila tempat kami menginap.

Baru esoknya acara dimulai. Kami memulainya dari dealer Mercedes-Benz di Mercedes-Benz City Store by Cycle & Carriage di TREC, Kuala Lumpur pada pukul 9.00 pagi. Lebih dari 120 mobil Mercedes-Benz dari berbagai model seperti Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017, GLA 200 2017, Mercedes-Benz C 350 e plug-in hybrid, A 250, CLA 200, CLA 250, GLA 250, termasuk sportscar SLS AMG dan GTS dan model-model lain, berbaris rapi. Yang mengikuti acara ini adalah barisan model compact car generasi terbaru pabrikan Jerman tersebut.

Saya mendapatkan mobil Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017 berkelir putih dengan nomor urut 01 dari puluhan mobil yang disediakan oleh Mercedes-Benz. Modal kami untuk sampai ke Singapura adalah aplikasi Waze di handphone, paspor tentunya, formulir pengisian Autopass, buku saku itinerary acara, asuransi, dan uang 10 dollar Singapura untuk membayar permit masuk ke wilayah Negeri Singa tersebut. Titik finish kami adalah Hotel Rizt-Carlton Millenia yang terletak di Raffles Avenue, Singapura.

Baca Juga:  Mercedes-Benz Perkenalkan 2 Model Plug-in Hybrid di GIIAS 2017

Setelah bendera pelepasan dikibas oleh Mark Raine, Vice President Sales & Marketing Passenger Cars Mercedes-Benz Malaysia, puluhan mobil langsung menghambur ke jalan raya. Kami memacu menuju tempat pemberhentian pertama di SPBU Petronas di Machap Selatan R & R yang ditempuh dalam jarak sekitar 200 km atau sekitar 2,5 jam via tol.

Mercedes-Benz GLA 45 AMG 2017 yang saya naiki adalah penyempurnaan dari versi 2016, meskipun perubahan yang diberikan pabrikan hanya bersifat facelift saja.

Eksterior mendapat sentuhan revisi pada bagian ujung depan dengan menggunakan apron depan yang baru ditambah dengan bilah vertikal untuk lubang udara dan splitter di bagian bawah. Fitur ini bukan sekedar untuk mempercantik mobil, namun berfungsi sebagai lubang udara yang bisa secara lebih efektif mendinginkan radiator. Pada bagian belakang terdapat diffuser yang baru dan desain spoiler yang baru. Penyempurnaan tersebut membuat koefisien drag GLA 45 AMG ini lebih rendah dari sebelumnya pada 0,33 Cd. Headlamp LrED, grille dan velg 20 inci juga mendapatkan sentuhan penyempurnaan.

Sedangkan pada bagian dalam, kabin hanya di-tweak sedikit yakni lapisan kulit pada dashboard dan redesain instrument cluster. Mercedes-Benz juga menyediakan penambahan opsional electric tailgate dan kamera 360 derajat. Sedangkan mesin yang digunakan masih tetap sama dengan versi 2016 yakni AMG 4 silinder segaris 2000 cc turbo yang menghasilkan tenaga 381 hp pada 6000 rpm dan torsi maksimal 475 Nm. Mesin ini sudah mendapatkan penambahan tenaga dari 359 hp pada 2015 menjadi 381 hp pada 2016 lalu.

Baca Juga:  Listrik Rumah Bisa Untuk Charging Mobil Hybrid

Setelah mengisi bensin di tempat peristirahatan pertama di SPBU Petronas Machap Selatan R &R, giliran Carvaganza yang mengemudi untuk menempuh 200 km berikutnya selama 3 jam sampai peristirahatan kedua untuk makan Siang di Resto The Replacement, Jl. Dhoby, Johor Baru. Karena perjalanan kami melewati tol, kami tak perlu repot-repot fokus memantau aplikasi Waze di smartphone kami. Tinggal gas saja semaksimal mungkin, meskipun kami harus hati-hati dengan rambu-rambu batas kecepatan maksimal di tol 110 km/jam dan kamera pemantau. Karena jalan tol kosong, kami sesekali memacu mobil di atas 150 km/jam untuk merasakan performanya.

Kabin crossover GLA 45 AMG yang lapang untuk kelasnya membuat saya merasa nyaman. Jok penumpang depan yang berbentuk bucket dengan seatbelt tiga titik terasa pas diduduki. Pabrikan memberikan sentuhan sporty di kabin melalui sentuhan warna merah yang terdapat pada jok, jahitan dashboard dan juga jok serta pada lima lubang AC yang terdapat di dashboard.

Pada konsol tengah terdapat ragam tombol pengaturan mulai dari menu mode pengendaraan, sistem infotainment, navigasi, infotainment, informasi kendaraan dan lain-lain. Anda dengan mudah mendapatkan informasi itu tersaji langsung di layar sentuh 8 inci yang terdapat di tengah dashboard.

Meskipun GLA 45 AMG 2017 mendapatkan sedikit perubahan dari sebelumnya, crossover ini malah bertambah kencang dan fun-to-drive. Setiap penambahan tenaganya ketika kaki kanan menginjak pedal akselerator terasa renyah dan bertenaga, ditambah suara mesin yang raungannya terdengar seperti V8 menggeram di dalam kabin. Apalagi ketika mode pengendaraan dipindahkan ke mode Sport+ dan Race. Kedengarannya seperti suara musik yang merdu dan Anda pun tak perlu mendengarkan dentuman Tiesto atau Linkin Park dari sistem infotainment.

Baca Juga:  Baterai Mercedes-Benz E 350 Plug-in Hybrid Kuat 1 Jam

Tenaga 381 hp yang dihasilkan, disalurkan oleh transmisi 7 kecepatan dual clutch ke seluruh penggerak roda depan dan belakang (AWD) lewat perpindahan yang halus. Pada tuas transmisi hanya ada penunjuk N (normal), R (parkir) dan D (drive). Jika Anda ingin menggunakan rem tangan, tinggal tekan pad bertanda P yang akan mengeluarkan tanda merah, jika ingin melajukan mobil lagi tinggal pindahkan tuas ke D, tanpa harus menekan pad lagi. Rem tangan akan secara otomatis non-aktif.

Sesuai dengan mode pengendaraan yang Anda ingin pilih, dari mulai pengendaaan Comfort, Sport,Sport+ dan Race respon mesin bensinnya, kerja transmisi, kekakuan (stiffness) mobil dan bobot setir akan berbeda-beda. Semakin responsif mesin, maka pengendaraan akan semakin kaku, bobot setir akan semakin berat. Crossover akan semakin stabil dan terasa gesit. Pabrikan mengklaim kendaraan ini bisa melahap sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 4,4 detik dan kecepatan maksimal 250 km/jam, itu pun dibatasi secara elektronik.

Akhirnya kami sampai di titik finish Hotel Ritz-Carlton Millenia Singapura pada sore hari setelah mengisi bensin di tempat istirahat pertama di SPBU Petronas Machap Selatan R&R, makan siang di sebuah resto kecil dan unik di JL. Dhoby, Johor Baru dan melewati pos imigrasi Singapura di Woodland. Puncaknya, saya menonton Ultra Music Festival Singapore 2017 yang digelar di samping Hotel Marina Bay Sands selama dua hari berturut-turut. Adios…

EKA ZULKARNAIN

SHARE

Dukung Pendidikan, Fuso Donasikan Colt Diesel ke 8 SMK

JAKARTA, 18 Agustus 2017 -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Authorized distributor dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus...

Ini 8 Keistimewaan New Hyundai H-1

BSD CITY, 18 Agustus 2017 – Hyundai H-1 sudah hadir di pasar Indonesia sejak 2008. Full-size MPV ini telah memenangkan...

TOSCA Gelar Touring Perdana ke Lembang

LEMBANG, 18 Agustus 2017 - Toyota Sienta Community Indonesia (TOSCA) baru saja menggelar touring perdana mereka ke Lembang, Bandung. Tak...

Hyundai All New Tucson CDRi, Elegan di Tangan Desainer Dunia

BSD CITY, 18 Agustus 2017 -- PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) memboyong semua line-up terbaiknya di ajang Gaikindo Indonesia International...

Venom Luncurkan 4 Produk Termahal di GIIAS 2017

BSD CITY, 18 Agustus 2017 -- Venom Audio rutin mengikuti perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang berlangsung...