BERBAGI

TOKYO, 11 November 2015 – Pengalaman unik Carvaganza dapatkan saat mengunjungi gelaran otomotif Tokyo Motor Show 2015 yang ditutup Minggu (8/11) lalu. Kami datang ke pameran otomotif terbesar di Jepang itu sehari sebelum penutupan alias saat public day. Kenapa jadi unik? Ini menjadi pengalaman tersendiri karena biasanya jurnalis asal Indonesia datang ke TMS saat hari pertama atau press day.

Kami merasakan bagaimana berbaur dengan ribuan pengunjung yang antusias menyambangi edisi ke-44 pameran otmotif Jepang yang dilangsungkan 30 Oktober – 8 November 2015 di Tokyo Big Sight in Ariake, Koto-ku, Tokyo. Tahun ini TMS 2015 mengangkat tema Smart Mobility City.

Diikuti 160 exhibitors dari 11 negara termasuk 14 manufaktur (15 brand) roda empat dan dua asal Jepang. Tak ketinggalan 16 manufaktor (26 brand) dari luar Jepang. Selama gelaran mereka kemudian melansir 76 world premiere. Inilah yang membuat TMS 2015 sangat menarik.

Di luar peserta, Indonesia yang tahun ini memiliki dua event otomotif — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 dan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang sama-sama dilangsungkan pada Agustus lalu — memang harus banyak belajar. Pelaksanaan TMS 2015 menjadi salah satu rujukan pameran otomotif dunia.

Kami merasakannya ketika bergabung bersama puluhan ribu pengunjung lainnya. Meski dengan jumlah masif, namun dari sisi apapun berlangsung tertib dan lancar. Semua pengunjung tertib mengikuti aturan panitia. Antrian sudah menjadi budaya warga Jepang.

Penataan para exhibitors yang rapi, kelengkapan informasi, sarana dan prasanan pendukung juga serba lengkap. Ambil contoh, toilet yang selalu terjaga kebersihannya. Soal makanan, tak perlu khawatir, foodtruck menyediakan berbagai jenis makanan dengan harga yang cukup murah.

Wajar rasanya jika pengunjung merasa terpuaskan. Sebanding dengan apa yang mereka impikan dan harapkan pada sebuah pameran otomotif.

ARIE PRASETYA (TOKYO)

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI