Beranda Updates Hiroshi Ishiguro: Mobil Bukan Sekedar Alat Transportasi, Tapi Mitra Manusia

Hiroshi Ishiguro: Mobil Bukan Sekedar Alat Transportasi, Tapi Mitra Manusia

BERBAGI

TOKYO, 11 April 2017 – Pabrikan dunia terus mengembangkan teknologi autonomous car atau kendaraan swakemudi. Teknologi autonomous ini memungkinkan mobil bergerak menuju tempat tujuan tanpa menggunakan manusia sebagai pengemudi. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi angka kecelakaan (human error), serta lebih hemat bahan bakar (karena kebanyakan mobil autonomous akan bertenaga listrik atau hybrid).

Mobil swakendali pertama akan beroperasi sebagai kendaraan perusahaan pada tahun 2020. Sedangkan mobil swakendali yang dijual retail kepada publik mungkin akan muncul tahun 2025. Pada saat itu pun agaknya hanya sedikit manufaktur yang sudah mampu menjual mobil swakendali. Barulah pada 2030 mulai lebih banyak manufaktur yang mampu memproduksinya, dan model-model autonomous car mulai bertambah. Meski di saat yang sama jumlah mobil konvensional masih jauh lebih banyak.

Nissan mendiskusikan topik mengenai bagaimana kendaraan swakemudi akan mengubah hubungan antara manusia dan teknologi di masa depan, bersama Hiroshi Ishiguro, Profesor Osaka University, seorang ahli robotika yang dikenal dalam mengembangkan robot humanoid replika dirinya sendiri.

Teknologi swakemudi dan robot humanoid sama-sama merupakan teknologi baru. Dapatkan manusia menerima teknologi baru tanpa penolakan? Profesor Ishiguro berbagi pandangannya mengenai hal ini.

Anda meneliti mengenai hubungan antara manusia dan teknologi. Bagaimana pendapat Anda mengenai peran kendaraan swakemudi?

Tujuan dari penelitian saya adalah untuk memfasilitasi komunikasi antar sesama manusia; bagaimana menciptakan masyarakat ideal dengan ragam solusi komunikasi kepada orang yang berbeda-beda.

Saya percaya bahwa tujuan swakemudi adalah bagaimana membuat pengalaman berkendara menjadi lebih menyenangkan. Mobil akan menjadi lebih dari sekedar alat transportasi, melainkan menjadi mitra manusia.

Mobil dioperasikan secara individual, dan nantinya tidak ada yang akan membeli sebuah mobil, jika yang dapat dilakukan olehnya hanyalah sebagai alat transportasi. Orang menginginkan sesuatu yang lebih, mobil yang memiliki kepribadian.

Menurut Anda, apa peran yang cocok untuk swateknologi di masa depan agar manusia dan teknologi lebih saling terhubung?

Selain di perkotaan, teknologi swakemudi akan sangat berguna di kota kecil dan daerah yang infrastrukturnya belum baik. Misalnya, teknologi swakemudi membantu pengemudi bus lanjut usia untuk lebih santai melalui jalur yang dilewati. Saat ini, saya sedang meneliti swateknologi melalui robot berbentuk manusia (robot humanoid), yang nantinya bisa menjadi mitra bagi manusia.

Jika nantinya swakemudi mulai mengambil peran sebagai mitra, layanan interaktif akan dapat diciptakan, misalnya, robot humanoid dapat membantu seorang dokter dalam membuat diagnosis, membantu interaksi anak-anak autis ataupun warga lanjut usia, di mana robot dapat menjadi mitra melalui layanan interaktif yang diintegrasikan ke dalam mobil dan membantu mereka dalam segala kondisi, seperti ketika mereka ingin belajar sesuatu, atau membutuhkan sesuatu. Saya percaya, nantinya mobil dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

Menurut Anda, bagaimana reaksi publik terhadap teknologi baru yang akan hadir, seperti robot humanoid yang Anda teliti dan kembangkan ini?

Meskipun awalnya enggan karena harus belajar bagaimana menggunakan alat atau mesin baru, pada akhirnya manusia akan dapat menerima teknologi baru. Hal ini telah terbukti berulang-ulang sepanjang sejarah.

Manusia akan mengurangi resistensi terhadap teknologi baru, karena teknologi baru ini akan semakin mirip dengan manusia. Bandingkan, pengalaman Anda ketika dahulu baru belajar menggunakan komputer, dengan belajar menggunakan telepon pintar. Interaksi antarmuka pada telepon pintar lebih kreatif dan memudahkan Anda.

Teknologi akan menjadi lebih mirip manusia, dengan tujuan mempermudah penggunaannya. Oleh karena itu, manusia akan segera menerimanya dengan baik.

Saat ini masih banyak yang ragu dengan kendaraan swakemudi. Bagaimana pendapat Anda?

Saya rasa tidak. Coba pikirkan kembali, popularitas transmisi manual dan otomatis. Saat ini, banyak orang suka mengemudi mobil dengan transmisi otomatis, padahal beberapa waktu yang lalu, transmisi manual yang populer. Nantinya pun demikian, jika Anda meminta orang untuk memilih antara mobil swakemudi atau tidak, kemungkinan besar, pilihannya akan jatuh di mobil dengan teknologi swakemudi.

Bagaimana rencana Anda untuk mendapatkan pengakuan nilai sosial dari robot yang Anda ciptakan?

Yang penting adalah membuat kehadiran robot humanoid ini semakin luas. Mereka harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara berbeda melalui perangkat lunak. Kemampuan ini sudah ada pada komputer dan telepon pintar, namun belum terealisasi pada robot. Kami harus bisa mendesain sebuah aplikasi yang hebat yang hanya bisa digunakan untuk robot, maka dengan ini, eksistensi robot bisa tersebar di seluruh dunia. Saya pikir, kehadiran konten ini hanyalah masalah waktu.

Jadi, apakah ini berarti robot humanoid akan diperkenalkan dulu kepada masyarakat?

Saya pikir ada dua cara di sini; pertama, membuatnya tersedia untuk masyarakat, dan kedua, membuatnya untuk tujuan tertentu – artinya, ceruk di mana orang rela mengeluarkan sejumlah uang karena kebutuhan, atau ada masalah yang perlu diselesaikan. Sebagai contoh, ada beberapa pasien autis atau demensia yang hanya dapat berkomunikasi dengan robot, maka berarti kita dapat memulai penggunaan robot humanoid ini di bidang medis. Cara lainnya adalah membuatnya dapat digunakan oleh semua orang melalui konsol permainan, telepon pintar dan komputer.

Bagaimana Anda membayangkan masa depan manusia dan teknologi dalam 10 atau 20 tahun dari sekarang?

Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi secara pasti. Dahulu, ada kebutuhan yang kuat untuk mobil dan kulkas, sehingga mereka diciptakan sebagai produk. Namun, saat ini belum ada kebutuhan akan robot. Masyarakat perlu beradaptasi dengan teknologi baru; oleh karena itu, memperkenalkan sesuatu yang bisa dengan mudah diadaptasi itu perlu.

Sama halnya pada mobil. Jika mobil swakemudi hanya memiliki kemampuan untuk mentransportasi seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya, saya rasa mobil swakemudi tidak akan mengubah dunia.

Swateknologi haruslah dapat menciptakan sebuah kemitraan dan membuat hidup lebih menyenangkan, sehingga pengalaman manusia saat berpindah ke teknologi baru ini (swakemudi), akan sama saat orang-orang pindah dari telepon genggam biasa ke telepon pintar. Manusia akan menerimanya dengan terbuka.

Otak manusia terlatih untuk menerima sesuatu yang tampak manusiawi. Kemampuan pendengaran kita dengan tajam menerima suara manusia. Penglihatan kita memiliki banyak sel-sel yang merespon lebih cepat wajah-wajah yang seperti manusia. Artinya, teknologi yang semakin lebih mirip manusia akan lebih cepat diadaptasi.

RAJU FEBRIAN

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Volkswagen Virtus, Polo Versi Sedan

JAKARTA, 17 November 2017 -- Setelah hatchback Volkswagen Polo generasi baru (Mk6), kini hadir Polo versi sedan. Model yang diberi...

Mitsubishi Fuso Gelar Konser Bersama Iwan Fals di 10 Kota

JAKARTA, 17 November 2017 -- PT Mitsubishi Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, menggelar...

Daihatsu Lansir Teaser All New Terios 2018, Meluncur 23 November

JAKARTA, 17 November 2017 – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga telah memulai kegiatan promosi mereka untuk All New Terios...

Toyota Rush Baru Meluncur Kamis Depan, Jadi baby Fortuner?

JAKARTA, 17 November 2017 – Toyota Rush baru dipastikan akan meluncur di Indonesia. Kepastian ini didapatkan setelah undangan resmi PT...

Pecinta Mitsubishi Mirage Peduli Kasih

JAKARTA, 17 november 2017 -- Komunitas pecinta Mitsubishi Mirage yang tergabung dalam Indonesia Mirage Club (IMEC) mengisi akhir pekannya dengan...