Home Drives TEST DRIVE: Renault Captur, Classy Crossover

TEST DRIVE: Renault Captur, Classy Crossover

Mengemudikan Captur seperti menyantap croissant ditemani cappuccino. Sedap dan menenangkan.

Renault Captur (Foto: Syaiful Achmad/Carvaganza)

Di Eropa Renault Captur adalah crossover compact lima pintu yang sangat populer. Konsumen lebih suka memilih Captur karena dianggap lebih praktis dan stylish dibandingkan mobil compact lainnya seperti Renault Clio, Ford Fiesta atau pun Peugeot 208. Atau dengan sesama crossover compact lainnya seperti Nissan Juke, Peugeot 3008 dan Kia Soul.

Kok bisa Captur yang crossover dibuat head-to-head dengan hatchback? Body style Captur memang memiliki bentuk seperti hatchback, tapi kalau sudah di dalam kabin memiliki posisi mengemudi tinggi. Bahkan jika dilihat seksama, Captur memiliki ground clearance yang lebih tinggi, 170 mm. Bandingkan dengan crossover sekelasnya, Nissan Juke (178 mm) dan Peugeot 3008 (164 mm).

Dalam posisinya di pasar, Captur sepertinya mengisi tempat di antara Renault Clio dan Renault Duster. Jika Anda menginginkan mobil Renault dengan ukuran lebih besar daripada Clio, tapi tidak sebesar Duster atau Koleos namun modelnya bisa menggabungkan kedua model itu, pilihan bisa dijatuhkan kepada Captur.

Dalam hal desain interior, Captur cukup menarik dengan layout two-tone (Orange Arizona dan hitam) dan tertata apik. Terutama pada bagian cluster meter di bagian dashboard dengan nuansa krom di bagian pinggirannya serta layout displaynya yang lucu. Bentuk dashboardnya yang membulat memunculkan kesan seksi dan layout mirip lipatan di bagian atas yang akhirnya menudungi bagian cluster meter.

Desain Interior Menarik

Layoutnya memiliki kemiripan dengan Clio, tapi Captur memberikan sentuhan unik misalnya seperti nuansa krom pada kotak cluster meter dan display di dashboard. Posisi duduknya juga lebih tegak sehingga  pandangan mata ke dashboard pun menjadi lebih menarik dan visibilitas juga menjadi lebih luas. Joknya empuk dengan material terbuat dari kain. Ruang kepala dan kaki di bagian depan maupun untuk penumpang belakang lega, sehingga tidak melelahkan bagi penumpang depan maupun belakang. Volume bagasi juga menjadi lebih besar karena jok belakang bisa digeser.

Terus terang, Mengemudikan Captur menurut saya seperti menikmati roti croissant dengan seruputan cappuccino. Sedap dan menenangkan. Begitu keluar dari komplek perkantoran Indomobil di Jalan MT. Haryono, mobil Prancis berpulas Orange Arizona dengan atap berwarna putih ini langsung menyita perhatian.

Mesin Responsif

Kami mengarahkan Captur ke kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) untuk menikmati tendangan turbo dan sabetan tenaganya. Dengan bobot kosong hanya 1.180 kg dan dimensi yang kecil, tenaganya begitu terasa ketika dipacu di jalan tol. Perpaduan antara bobot, dimensi dan tenaga yang dihasilkan tersebut membuat Captur terasa gesit ketika bermanuver menyalip.

Mesin 4 silinder segaris 16 valve 1.2 liter turbocharge memberikan kesan positif ketika Anda menginjakkan kaki kanan di pedal gas. Dikombinasikan dengan transmisi otomatis 6 kecepatan, Captur juga bergerak lincah di antara traffic padat kota Jakarta. Perpindahan giginya objektif, ditambah dengan feedback yang pas yang diberikan oleh setir atas kondisi jalan yang dilewati.

Unggul Kualitas Pengendaraan

Ketika masuk tikungan-tikungan cepat dan medium, pengemudi akan lebih percaya diri. Menyalip dari sebelah kanan di tol BSD dan masuk tikungan cepat, berikan saja sentuhan sedikit pada gas, dorongan tenaga untuk ukuran Captur cukup kuat. Anda dapat melengang bebas meninggalkan mobil di sisi kiri atau menjauh dari mobil belakang. Pabrikan mengklaim Captur mampu berakselerasi sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 10,9 detik dan dengan top speed 192 km/jam. Apalagi ketika Anda membawanya melibas ke jalur Puncak yang twisty dan mengalir, tapi mode pengendaraan jangan diposisikan ke Eco untuk mendapatkan tenaga yang lebih responsif.

-nya yang lebih tinggi membuat travel suspensi bekerja dalam jarak yang lebih lebar lagi sehingga mobil menjadi lebih nyaman ketika melibas permukaan jalan aspal yang tidak rata, terutama di kawasan pinggir kota. Pengemudiannya halus, apik dan memudahkan sesuai dengan karakter urban crossover pada umumnya sehingga tak salah jika dibilang bisa mengancam hatchback mainstream. Yang saya senangi dari Captur adalah kendaraan ini memiliki kelebihan dalam hal kualitas pengendaraan.

Lantas apa fitur yang terdapat pada crossover Prancis ini? Pabrikan menanamkan Parking Distance Control yang membantu mempermudah pengemudi memarkirkan kendaraan dengan bantuan kamera, Hill Start Assist, Eco Driving Mode dan Renault R-Link. Fitur yang terakhir adalah paket sejumlah indikator di dalam mobil, termasuk sistem navigasi, yang dapat dipantau melalui layar sentuh 7 inci pada dashboard.

Spesifikasi Renault Captur

Layout kendaraan: Crossover, mesin depan, 4 pintu, 4 penumpang, FWD
Mesin: 4 silinder segaris 16 valve turbocharge 1.2L/ 120 hp @ 4200 rpm/ 190 Nm @ 2000 rpm
Transmisi: A/T 6-kecepatan
PxLxT: 4121 x 1957 x 1579 mm
Wheelbase: 2606 mm
Ground clearance: 170mm
Bobot kosong: 1180 kg
0 – 100 km/jam: 10,9 detik (pabrikan)
Top speed: 190 km/jam
Kapasitas tangki BBM: 45 liter

EKA ZULKARNAIN

Toyota New Venturer Tawarkan Pilihan Baru

JAKARTA, 16 Januari 2017 - PT Toyota Astra Motor meluncurkan Toyota New  Venturer dengan harga mulai Rp. 386,3 Juta. Tipe...

Isuzu Perkenalkan Global Isuzu Diagnostic Service System ke Komunitas

JAKARTA, 16 Januari 2017 - Isuzu memperkenalkan teknologi diagnosis tools yang dimiliki Isuzu kepada komunitas. Teknologi tersebut berupa Global Isuzu...

Setelah hujan, Jangan Hanya Dilap Tapi Cuci Mobil Anda

JAKARTA, 16 Januari 2017 -- Sering kali pemilik mobil malas mencuci usai terkena air hujan. Kebanyakan,mereka hanya mengelap pada bagian...

Toyota Innova Venturer Tembus Setengah Miliar, Termasuk MPV Mewah?

JAKARTA, 16 Januari 2017 – PT Toyota Astra Motor (TAM), siang ini, Senin (16/1) akan memperkenalkan model terbarunya Toyota Innova...

Loeb Kembali Tercepat di Etape 11, Peterhansel Masih Melenggang di Puncak Klasemen

RIO CUARTO, 16 Januari 2017 - Ajang Rally Dakar 2017 sudah memasuki 2 etape terakhir. Pada etape ke-11 yang digelar...