Beranda Updates Stefano Domenicali: Lamborghini Kerahkan SDM dan Jaringan Dealer Sambut Urus

Stefano Domenicali: Lamborghini Kerahkan SDM dan Jaringan Dealer Sambut Urus

BERBAGI
Stefano Domenicali, CEO Automobili Lamborghini S.p.A

JAKARTA, 7 Maret 2017 – Tinggal satu bulan lagi Lamborghini Urus akan memasuki tahap produksi yaitu pada bulan April depan. Urus bakal menjadi SUV pertama yang diproduksi oleh Lamborghini setelah diperkenalkan di Beijing Auto Show 2012 lalu. Inilah salah satu mobil premium yang kehadirannya paling ditunggu-tunggu mengingat masa perkenalan yang cukup lama.

Selama masa perkenalan sampai dengan sekarang, pabrikan Sant’Agata Bolognese telah menggadang-gadang prototipe Lamborghini Urus ke ragam pameran mobil dan perkumpulan gaya hidup papan atas untuk meningkatkan awereness kepada konsumen.

Lamborghini Urus yang bakal diproduksi tersebut nantinya akan dinobatkan sebagai model tahun 2018. Selain versi mesin bensin V8 4.0 liter twin-turbo (estimasi), Lamborghini juga akan memproduksi versi hybrid sekaligus bakal menjadi SUV pertama Sant’Agata yang menggunakan teknologi plug-in hybrid. Kehadiran Urus ini akan menambah jajaran panjang line-up super luxury SUV di dunia setelah sebelumnya hadir Porsche Cayenne dan Bentley Bentayga.  Mesin bensin yang bakal diusung kemungkinan besar adalah V8 4.0 twin-turbo, namun besaran tenaga belum diketahui secara pasti.

CEO Automobili Lamborghini S.p.A, Stefano Domenicali, dalam wawancara dengan Carvaganza di Valencia, Spanyol, beberapa waktu lalu tidak bersedia menyebutkan secara rinci besaran tenaga yang dihasilkan atau pun spesifikasi detail, namun ia mengiyakan tentang adanya versi plug-in hybrid.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Cargavanza pun mengorek ragam informasi seputar Lamborghini Urus, termasuk positioning Lamborghini sebagai pabrikan di masa depan setelah hadirnya Urus.

Pada saat ini Lamborghini baru saja meluncurkan Aventador S dan pada April nanti mulai memproduksi Urus, akan seperti apakah Lamborghini di masa mendatang karena sudah memasuki segmen pasar yang berbeda?

Inilah tujuan kami mengadakan pembicaraan sekarang ini. Kami tidak hanya ingin membagikan informasi tentang Aventador S, tetapi juga membagikan informasi tentang filosofi Lamborghini di masa mendatang. Tentang perubahan-perubahan yang sedang kami lakukan, excitement mengemudi dan pertumbuhan yang sudah dicapai dan ingin kami capai di masa depan.

Baca Juga:  Lamborghini Urus Bakal Punya Versi Plug-in Hybrid?

Pertumbuhan itu bukan hanya dalam hal angka penjualan, melainkan juga dalam hal evolusi brand dan kegiatan kampanye. Dalam waktu dekat ini, pertumbuhan perusahaan kami akan dipengaruhi oleh kehadiran Lamborghini Urus. Kami memproyeksikan bahwa angka penjualan mobil kami pada tahun 2019 mendatang akan mencapai 7000 unit, di mana Urus akan menyumbangkan sekitar 3500 unit angka penjualan, sedangkan sisanya adalah diperoleh dari pasar tradisional kami, super sport car.

Ini adalah tugas yang tidak gampang oleh karena itu kami harus menjalin komunikasi yang intensif dengan dealer untuk mempersiapkan diri menarik konsumen-konsumen baru.

Apa saja yang mesti dipersiapkan untuk menghadapi kedatangan Urus?

Kehadiran Lamborghini Urus juga telah ikut mengubah filosofi, mekanisme dan responsibility pabrikan secara keseluruhan. Menurut kami ada dua hal penting yang perlu kami lakukan agar kami mencapai target pertumbuhan sesuai yang kami inginkan pada tahun 2019 mendatang tersebut. Pertama, memotivasi dan menjalin hubungan yang baik dengan setiap dealer kami di seluruh dunia dan yang kedua adalah mempersiapkan sumber daya manusianya.

Dealer adalah pihak pihak yang mengetahui kondisi pasar. Pasarnya seperti apa dan bagaimana, terutama pasar di setiap negara. Dealer adalah ujung tombak yang berhubungan langsung dengan konsumen sehingga mereka mengerti perencanaan-perencanaan yang mesti diambil untuk menarik konsumen-konsumen lama maupun baru untuk membeli produk-produk kami. Yang kedua adalah kami harus menyiapkan orang atau sumber daya manusia di internal kami sendiri agar mereka memahami produk, kebutuhan-kebutuhan produk dan bagaimana menjual produk itu sendiri.

Baca Juga:  Lamborghini Urus, SUV Terkencang di Dunia

Kedengerannya mudah, tapi sebetulnya sulit tapi kami bisa mewujudkannya. Kehadiran Urus membuat kami harus melakukan perubahan.

Maksud perubahan filosofi dan responsibility itu bagaimana?

Pasar tradisi kami adalah super sport car, sedangkan Urus adalah super SUV. Pasar Urus adalah pasar yang betul-betul baru bagi kami, otomatis pendekatan pun harus berbeda dengan model-model yang selama ini kami hasilkan. Berbeda baik secara produk, penanganannya, pelatihannya, pelayanan purna jualnya, pemasarannya dan lain-lain. Makanya sejak jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan jaringan dealer kami di seluruh dunia dan juga mempersiapkan sumber daya manusia di internal kami sendiri.

Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang erat baik di bagian internal perusahaan dan network Lamborghini, maka semua rintangan yang dihadapi akan dapat bisa diatasi dan pabrikan dapat menuai hasil sesuai dengan harapan. Lamborghini sudah merencanakan dan menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pertumbuhan pasar dan produk kami di masa depan, terutama dengan kehadiran Urus. Kami harus tetap fokus agar kami mendapatkan pertumbuhan yang stabil. Pendekatan kami terhadap pasar pun harus betul-betul rasional.

Pendekatan yang stabil, fokus dan rasional itu seperti apa, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia?

Kami tidak ingin melakukan pendekatan yang kaku terhadap pasar karena kondisi pasar dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama persoalan ekonomi dan politik. Jadi kami harus betul-betul luwes agar kami bisa bergerak secara fleksibel jika terjadi sesuatu di pasar. Contohnya adalah pasar di kawasan di Asia, dan lebih spesifik lagi adalah Asia Tenggara, yang terus bergerak secara dinamis sehingga kami pun harus mampu bergerak secara fleksibel menyesuaikan diri dengan pasar.

Baca Juga:  Lamborghini Urus, SUV Terkencang di Dunia

Karena seperti kita ketahui bahwa kondisi ekonomi dan politik setiap negara berbeda-beda. Keadaan dan kebijakan ekonomi maupun kondisi politik berubah dengan cepat. Itulah yang kami maksud pendekatan yang fleksibel dan dinamis. Pendekatan-pendekatan yang kami lakukan tentunya memakai parameter-parameter yang terukur. Jadi, jika pasar kami ternyata lebih besar dari perkiraan kami, kami akan mengambil langkah-langkah menyesuaikan diri dengan gejala tersebut..

Kami telah menetapkan target penjualan kami dalam tiga tahun ke depan sampai 2019 mencapai 7.000 unit per tahun, namun di sisi lain kami harus menjaga kestabilan pertumbuhan pasar super sport car di angka 3500 unit per tahun atau sekitar 10 persen dari pangsa pasar super sport car secara global.

Federico Foschini, commercial director Lamborgini yang mendampingi Domenicali saat wawancara, mencontohkan kondisi ekonomi yang sedang lesu di Asia Tenggara dan regulasi pajak barang mewah yang tinggi adalah salah satu hal yang mendorong pendekatan Lambo harus luwes.

Jadi Urus akan menjadi tulang punggung penjualan bagi Lamborghini di masa depan?

Dalam hal angka iya betul jika melihat target penjualan kami dalam tiga tahun ke depan. Namun, super sport car juga merupakan tradisi kami yang begitu kuat. Hanya pendekatannya saja yang berbeda. Keduanya tetap menjadi andalan kami.

EKA ZULKARNAIN

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

VIAINTERVIEW
BERBAGI



Honda Mobilio Battle of Efficiency Catat Konsumsi 24,1 Km/Liter

JAKARTA, 11 Desember 2017 -- PT Honda Prospect Motor menggelar tatangan hemat bahan bakar bagi komunitas dan calon konsumen Honda...

Maserati Levante Masuk Indonesia, Harga Rahasia

JAKARTA, 11 November 2017 – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) meluncurkan Maserati Levante di Hotel Fairmont, Jakarta, hari ini, Senin,...

Innova Community Gelar Pelatihan Detailing bagi Komunitas

JAKARTA, 11 DESEMBER 2017 -- Komunitas atau klub otomotif tidak hanya sekedar kelompok kongkow atau berbagi informasi seputar kendaraan. Kegiatan...

BMW X3 Dapat Tampilan Baru

BANGKOK, 11 Desember 2017 – Tingginya permintaan crossover SUV terus disikapi BMW. Mereka meluncurkan 2018 BMW X3 yang sudah mendapat...

Mitsubishi Motors dan Pemerintah Indonesia Menyepakati Rencana Terkait Kendaraan Listrik

TOKYO, 11 Desember 2017 - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan Pemerintah Indonesia hari ini mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan...