Beranda EDITOR'S PICKS Persaingan Panas Rosberg Vs Hamilton Sudah Sejak Dulu

Persaingan Panas Rosberg Vs Hamilton Sudah Sejak Dulu

BERBAGI

JAKARTA, 6 Juli 2016 – Balapan F1 di GP Austria kemarin (3/6) menyisakan sebuah peristiwa penting tentang persaingan antar rekan setim yang semakin memanas. Ya, persaingan di dalam tim Petronas Mercedes antara Nico Rosberg dan Lewis Hamilton.

Perseteruan antar keduanya hampir saja merugikan tim karena hampir saja Hamilton dan Nico tidak finish di GP Austria 2016. Keduanya berseteru untuk memperebutkan posisi pertama pada lap terakhir di Red Bull Ring dan bersenggolan sehingga menyebabkan sayap depan Rosberg rusak dan Rosberg yang seharusnya bisa finish kedua, malah disalip oleh Max Verstappen dan Kimi Raikkonen karena kerusakan sayap depan.

Perseteruan sengit antar keduanya terjadi setelah pada tiga balapan sebelumnya, pada GP Spanyol bulan Mei lalu keduanya bertabrakan dan tidak bisa menyelesaikan lomba. Waktu itu, Mercedes W07 Lewis Hamilton menghantam bagian belakang W07 Nico Rosberg yang pada saat itu memimpin lomba selepas start. Rosberg dinilai melambat dan menutup akses Hamilton di kanan untuk menyalip. Hantaman keras tersebut menyebabkan keduanya terlempar ke run-off area dan tak bisa melanjutkan balapan.

Baca Juga:  Intersport Racing Team Kuasai Putaran 4 Auto Gymkhana 2017

Di Austria, senggolan antar keduanya terjadi lagi. Gara-gara insiden tersebut, Rosberg dijatuhi hukuman pengurangan 10 detik karena menjadi penyebab senggolan dengan rekan setimnya Lewis Hamilton. Rosberg juga mendapatkan teguran atas pelanggaran kedua karena membahayakan pembalap lain dengan tetap melanjutkan balapan dalam kondisi mobil rusak sehingga serpihan puing sayap depan berceceran di trek.

06072016-Car-Hamilton-Rosberg_03

Usai balapan keduanya saling menyerang dan menyalahkan. Mereka mengklaim bahwa sudah memberikan ruang untuk menyalip di tikungan. Tapi apapun klaimnya, stewards sudah mengeluarkan keputusan dan pihak yang bersalah adalah Nico Rosberg.

Sebetulnya persaingan kedua pembalap bukan terjadi di F1 saja, tapi sudah terjadi sejak keduanya memulai karier di gokart. Dulu di gokart, keduanya berkawan di luar lintasan, tetapi di dalam lintasan bersaing sangat ketat. Persaingan mulai terasa lagi ketika Lewis dan Nico menjadi rekan setim di Petronas Mercedes 2013. Pada musim itu Sebastian Vettel dari Red Bull masih terlalu kuat untuk dikalahkan meski Rosberg mencatat kemenangan di Monaco dan Silverstone, sedangkan Hamilton memetik kemenangan di Hungaria.

Baca Juga:  Kejurnas Drift Seri 2 Digelar di Yogyakarta Pekan Depan

Pada musim terakhir mesin V8 tersebut, Hamilton mengalahkan perolehan poin Rosberg dengan 189 versus 171.

Persaingan keduanya mulai memanas ketika balapan memasuki era hybrid-turbo musim 2014. Putra Keke Rosberg tersebut bertabrakan dengan Hamilton di Tikungan Les Combes, Sirkuit Spa-Francorchamps, GP Belgia. Rosberg saat itu menempel Hamilton, yang terus berusaha mempertahankan posisinya. Mereka bersenggolan, sayap depan Rosberg menghantam ban belakang kiri Hamilton, yang akhirnya bocor gara-gara senggolan tersebut. Di Austin 2015, keduanya juga beradu ban di Tikungan 1 sehigga menyebabkan Nico harus melenceng ke run-off area.

06072016-Car-Hamilton-Rosberg_02

Eskalasi persaingan teammate tersebut semakin memanas tahun ini ketika Hamilton mencoba menyalip Rosberg ketika keluar dari Tikungan 3 Sirkuit Catalunya di GP Spanyol. Hamilton menghantam bagian belakang Rosberg dan kemudian terbang ke area rumput di run-off area. Keduanya tak bisa melanjutkan balapan lagi.

Baca Juga:  Kejurnas Drift Seri 2 Digelar di Yogyakarta Pekan Depan

Di Tikungan 1 Kanada, Rosberg dan Hamilton beradu ban lagi seperti di Austin 2015 tapi tidak menyebabkan insiden yang berarti. Keduanya masih bisa tetap melanjutkan balapan. Tapi ternyata, usaha tim untuk meredakan ‘level panas’ persaingan keduanya agar tidak merugikan tim tidak berjalan mulus. Yang terbaru adalah di Spielberg, GP Austria, hari Minggu kemarin (3/6) dan hampir saja keduanya tidak bisa finish padahal balapan tinggal setengah lap lagi.

Persaingan antar rekan satu tim adalah hal yang lumrah terjadi dan memang disahkan oleh adagium “sebelum mengalahkan pembalap lain, kalahkan dulu rekan satu tim”. Namun, jika persaingan itu kadarnya merusak, bisa merugikan pembalap dan tim itu sendiri. Sekarang pertanyaannya, akankah persaingan tersebut semakin memanas sampai akhir musim dan apa langkah yang bakal diambil oleh tim untuk meredakannya?

Kita sebagai penonton tentunya menginginkan balapan yang ‘panas’ dan enak ditonton bukan?

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI



Wuih, Tesla S dan X Jadi Taksi di Dubai

DUBAI, 23 September 2017 – Mau tahu kota dengan taksi paling keren di dunia? Jawabannya Dubai. Roads and Transport Authority...

Volkswagen Siapkan Golf R420 Hadapi Mercedes-AMG A45

KUALA LUMPUR, 22 September 2017 – Mercedes-AMG A45 bakal mendapat rival sepadan. Volkswagen dikabarkan tengah menyiapkan model terbaru Golf R400....

BMW i8, An Amazing Skin

DARI sisi desain eksterior BMW i8 tidak seperti sports car pada umumnya, lebih futuristik seperti mobil yang datang dari masa...
video

VIDEO: Land Rover Discovery Tarik Beban 110 Ton!

SYDNEY, 22 September 2017 – Ketika pabrikan mobil ingin menunjukkan kemampuan mobilnya, menarik beban berat merupakan...

Banjir Promo Menarik di GIIAS Surabaya Auto Show 2017

SURABAYA, 22 September 2017 – GIIAS Surabaya Auto Show 2017 berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, digunakan para APM untuk memperkenalkan line-up produk...