Beranda Blogs TWTW: Milk Tradition at Indy 500

TWTW: Milk Tradition at Indy 500

Hanya di Indianapolis 500, susu memegang peranan penting di victory lane.

BERBAGI

INDIANAPOLIS 500 tahun ini mendapat perhatian besar, tak hanya dari penggemar balapan itu tapi juga kalangan lebih luas. Pasalnya pembalap F1 sekaligus penyandang dua juara dunia, Fernando Alonso, ikut berkompetisi di sana. Ia memang tak menang akibat mesinnya yang meledak di tengah balapan. Tapi pada konferensi pers pasca balapan, ia menunjukkan penghormatannya terhadap tradisi lokal dengan meneguk susu dingin.

Ketika balapan lain menggunakan champagne untuk perayaan, para pemenang Indy 500 disuguhkan botol susu dingin setelah dikalungkan rangkaian bunga kemenangan. Hal ini merupakan salah satu alasan kenapa balapan berjarak 500 mil (800 km) tersebut istimewa. Tradisi itu sebenarnya lahir tanpa disengaja.

Berawal pada 1933, Louis Meyer baru saja meraih kemenangan Indy 500 keduanya. Matahari bersinar terik saat ia berada di victory lane. Meyer meminta segelar buttermilk (susu fermentasi) dingin untuk memuaskan dahaganya. Maklum, ibunya selalu mendorongnya untuk minum susu saat hari sedang panas. Tiga tahun kemudian, Meyer kembali mendominasi Indy 500. Kali ini ia menenggak buttermilk dingin dari botol. Kali ini seorang fotografer sebuah surat kabar memotretnya saat Meyer minum sambil mengacungkan tiga jari, jumlah kemenangan yang telah dikantunginya.

Berkat foto itu, seorang pengusaha susu lokal mengambil peluang tersebut dan menyediakan susu bagi pemenang setiap tahun. Rupanya ia menyangka Meyer meminum susu, bukan buttermilk.

Pasca Perang Dunia II, tepatnya 1947, tradisi ini sempat menghilang dan digantikan jug perak berisi air dingin. Jug tersebut disajikan oleh juara Indy 500 tiga kali sekaligus presiden Speedway saat itu, Wilbur Shaw. Tapi pada 1956, beberapa perusahaan susu lokal menjadi sponsor dan penyedia susu sehingga tradisi unik itu hidup kembali, meski bukan tanpa tantangan.

Bobby Unser juga tak minum susu setelah finish pertama di balapan Indy 500 1981 yang kontroversial. Ketika kemenangannya dibatalkan – kemudian diraih kembali setelah melewati persidangan selama 5 bulan dan memakan banyak biaya – otomatis Mario Andretti yang saat itu finish kedua menjadi juaranya dan pembalap keturunan Italia tersebut meminum susu kemenangan keesokan harinya saat sesi foto.

Emerson Fittipaldi juga sempat menolak minum susu ketika menang pada 1993. Ia memilih menenggak jus jeruk untuk mempromosikan perkebunan jeruk miliknya di Brasil. Karena itu, ia dicemooh oleh penonton dan didesak pemilik tim, Roger Penske, untuk menghormati tradisi. Akhirnya Fittipaldi menyerah dan meminum susu dinginnya setelah menang.

Tradisi minum susu dingin bagi pemenangn Indy 500 terus berlangsung sampai sekarang…

MIRAH PERTIWI

subscribe Carvaganza's youtube channel to get the latest car reviews

BERBAGI



Toyota Vios 2018 Masuk Singapura, Beda dengan versi Indonesia

SINGAPURA, 15 Desember 2017 – Toyota Vios 2018 mulai dijual di beberapa negara Asean. Yang terkini, sedan B Segmen itu...

Kia Picanto 2018 Hadir di Malaysia, Indonesia Menyusul?

KUALA LUMPUR, 15 Desember 2017 – Tak lama setelah perkenalan new Kia Picanto, city car andalan Kia Motors itu sudah...

10 Mobil BMW Hadir di Indonesia Pada 2018

JAKARTA, 15 Desember 2017 – Rencana besar tengah disiapkan BMW Indonesia. Pemegang merek BMW di Tanah Air itu akan memboyong...

Ganti Oli dan Servis Ringan Portable dari Pertamina Lubricants

JAKARTA, 14 Desember 2017 – Dalam rangka ulang tahun PT Pertamina ke-60, PT Pertamina Lubricants meluncurkan Pertamina Lubecare Mobile Service....

PLN Siap Dukung Kendaraan Listrik BMW

JAKARTA, 14 Desember 2017 -- BMW Indonesia bekerjasama dengan PLN Disjaya dalam pengembangan kendaraan masa depan yang menggunakan teknologi listrik...