Home Drives Test Drive Porsche New Panamera di Taiwan

Test Drive Porsche New Panamera di Taiwan

SHARE

TAIWAN, 2 April 2017 – Taiwan seharusnya mengalami musim semi. Suhu diperkirakan sekitar 15-18 derajat Celcius. Tapi prediksi itu meleset. Temperatur menunjukkan 24 derajat Celcius pagi itu di area Sun Moon Lake – danau terbesar di Taiwan. Cukup panas, tapi tentunya tak sepanas Jakarta, so I won’t complain. And I certainly did not complain seeing those beautiful Porsche new Panameras parking in front of the hotel lobby.

Saya betul-betul menikmati Taiwan, sama seperti ketika menikmati Porsche Panamera ketika saya dari Carvaganza mendapat invitasi untuk mengendarai mobil premium ini. Beberapa orang mengomentari bagian belakang Porsche Panamera yang terlihat seperti berpinggul besar. Tapi desain merupakan ranah subyektif.

Di mata saya, luxury saloon itu terlihat proporsional. Seperti desain Porsche lainnya, mobil ini tak memiliki banyak urat-urat tajam yang membuat sebuah mobil terlihat agresif. Meski begitu, Porsche new Panamera tetap terlihat agresif berkat grille lebar dan lampu belakang sipit yang dihubungi dengan garis lampu merah.

Saat melihatnya dari belakang di malam hari, Anda langsung tahu kalau itu adalah sebuah Panamera. Garis atapnya pun dibuat landai seperti 911 sehingga memancarkan aura sportscar. Lagi pula, Panamera menyandang nama Porsche yang memiliki DNA sport kental.

Porsche mengklaim bahwa Panamera menggabungkan dua karakteristik: sporty dan luxury. Itulah sebabnya mobil ini didesain dengan prinsip performance driven tanpa meninggalkan kemewahannya. Begitu duduk di kursi kemudi, mata saya terpaku dengan layar sentuh 12,3 inci yang terpasang di konsol tengah. Fitur itu begitu mudah dioperasikan berkat sistem Porsche Communication Management (PCM) generasi terbaru yang dilengkapi navigasi online, Porsche Connect, dan dapat dikoneksikan ke smartphone melalui Apple Car Play.

Pada malam sebelumnya Kenneth Lim, instruktur Porsche, menjelaskan bahwa kami akan mengemudikan Porsche new Panamera dan Panamera 4S. Keduanya menggunakan mesin baru yang berbeda. Porsche Panamera dibekali V6 3.0 L dengan turbo tunggal yang menghasilkan tenaga 330 hp dengan torsi 450 Nm.

Sedangkan Porsche Panamera 4S mengandalkan mesin V6 2.9 liter biturbo bertenaga lebih besar, 440 hp (20 hp lebih besar dari pendahulunya) dan torsi maksimal 550 Nm (30 Nm lebih besar dari pendahulunya). Tapi Kenneth mengatakan bahwa kami tak akan merasakan banyak perbedaan dari sisi performa. Well, I’ll be the judge of that.

And he was right. Dari sisi performa, saya tak merasakan perbedaan berarti di antara keduanya. Saat kami melewati jalan bebas hambatan, akselerasinya begitu responsif terutama di mode Sport dan Sport Plus (untuk Panamera). Saya juga bisa mengubah setingan chassis yang terdiri dari Normal, Sport dan Sport Plus (untuk Panamera) melalui layar sentuh (Panamera 4S dan Panamera) atau tombol putar di kemudi (Panamera).

Mesinnya responsif sehingga sangat mudah mencapai 160 km/jam tanpa terasa dengan pengendalian yang stabil. Lane Keeping System akan bekerja ketika saya menginjak garis jalur pemisah, keluar bunyi dan setir terasa lebih berat (untuk Panamera 4S).  Fungsi fitur tersebut tak hanya itu, ia juga memperingatkan pengemudi tentang speed limit di area yang sedang dilewati.

Kemudian lead car yang dikemudikan Kenneth mengajak kami melibas jalan berliku dan naik-turun mengitari Sun Moon Lake. Tikungan-tikungannya tajam dan jalurnya sempit. Kami melesat dalam kecepatan sekitar 60-80 km/jam. Mobil terasa stabil ketika melewati jalanan twisty dengan didukung kinerja pengereman yang baik. Teknologi inovatif Porsche Active Suspension Management (PASM) dan Porsche Dynamic Chassis Control Sport (PDCC Sport) yang bekerja dengan baik meredam bantingan suspensi secara otomatis sehingga mobil tetap stabil dan penumpang merasa sangat nyaman.

Beberapa kali saya berteriak kegirangan. Porsche new Panamera menyenangkan untuk dikemudikan. Tak salah jika Porsche mengklaimnya sebagai luxury saloon dengan performa sportscar sejati.

MIRAH PERTIWI

video

VIDEO: Ini Kata Test Drive Editor Carvaganza Tentang Sirkuit BSD City

BSD CITY, 20 Agustus 2017 – Balapan jalan raya pertama di Indonesia setelah 18 tahun sudah dimulai hari ini Minggu...

Indonesia Sudah Mampu Produksi Run Flat Tire

BSD CITY, 20 Agustus 2017 - Produsen ban lokal PT. Elangperdana Tyre Industry, sudah resmi meluncurkan produk run flat tire...

Pertamina Siap Luncurkan Pertamina Dex Low Sulfur pada 2018

BSD CITY, 20 Agustus 2017 -- Pertamina Dex (cetane 53) diklaim irit dan tidak membuat mesin berisik. Bahkan bisa saja...

Setelah 11 tahun, Indonesia Punya Balapan Jalan Raya Lagi

BSD CITY, 20 Agustus 2017 – Balapan jalan raya pertama di Indonesia setelah 11 tahun berselang sudah dimulai pada hari...

Mitsubishi FUSO Raih 2 Penghargaan GIIAS 2017

BSD CITY, 20 Agustus 2017 -- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) authorized distributor kendaraan Mitsubishi FUSO, menerima dua...