Beranda Updates Sistem Autopilot Tesla Berbahaya Bagi Pesepeda

Sistem Autopilot Tesla Berbahaya Bagi Pesepeda

BERBAGI

CALIFORNIA, 31 Mei 2017 – Hasil mengejutkan dilansir sebuah kajian yang dilakukan peneliti dari Standford University, California, Amerika Serikat. Ia membidik kelemahan sistem pengemudian semi-otonom yang digadang-gadang oleh pabrikan mobil listrik Tesla. Kajian tersebut mengkritik keras sistem Autopilot Tesla yang dianggapnya sangat membahayakan pengguna sepeda di jalan raya.

Peneliti bernama Heather Knight tersebut menyatakan bahwa sistem Autopilot bisa mengidentifikasi objek dalam bentuk mobil sebanyak 30 persen, sedangkan kemampuannya untuk mendeteksi pengguna sepeda hanya 1 persen saja. Bahkan ia menyarankan agar para pengendara Tesla tidak menggunakan sistem Autopilot di dekat-dekat pengguna sepeda.

Heather Knight adalah pakar di bidang human-robot interface dengan gelar PhD dari Robotics Institute at Carnegie Mellon University dan sedang menyelesaikan riset pasca-doktoral di bidang social robotic. Ia menerbitkan esay mengenai teknologi pengemudian semi-otonom Tesla dalam platform blog Medium dengan judul Tesla Autopilot Review: Bikers Will Die”.

Ia menuliskan bahwa mobil Tesla yang ia uji bersama seorang rekannya dalam penelitian tersebut dilengkapi dengan sistem Autopilot versi lama yang disebut Hardware version 1. Mobil tersebut mobil sewaan dan ia tidak menerima pelatihan sebelumnya untuk menggunakan fitur itu. (Untuk diketahui bahwa setiap konsumen Tesla harus mendapatkan pelatihan terlebih dulu dari dealer dalam mengoperasikan fitur-fitur yang terdapat di mobil sebelum mobil itu dikirim ke rumah konsumen).

Baca Juga:  VIDEO : Launching Datsun Cross di Indonesia

Knight menyatakan bahwa penelitian ini sebagai bagian dari risetnya terhadap sistem mengemudi otonom dan robot sosial di bawah bimbingan atasannya, Dr. Wendy Ju, executive director of interactive design research di Center For Design Research Universitas Standford. Ju memang spesialis mengkaji interaksi human-robot dan teknologi interface mobil otonom.

Knight lebih lanjut menegaskan bahwa concern-nya terhadap pesepeda umumnya disebabkan oleh sistem Autopilot semata, tetapi lain cerita kalau ada keterlibatan manusia di dalamnya. “Saya concern akan banyak orang yang mengabaikan keterbatasan teknologi tersebut dan membuat pesepeda beresiko,” tulisnya.

“Kalau Autopilot dianggap sebagai sistem yang otonom sepenuhnya sehingga pengguna mempercayakan sepenuhnya ada alat itu, bagi pengemudi itu hanya tindakan lalai saja, tetapi fatal bagi pesepeda, yang tidak mendapatkan perlindungan penuh,” tutup dia.

Baca Juga:  Suzuki Ignis SE Lebih Ceper

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI



Mitsubishi FUSO Kuasai 45% Pasar Niaga Tahun 2017

JAKARTA, 19 Januari 2018 -- Status PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pimpinan kendaraan niaga belum tergoyahkan. Sepanjang...

Honda Accord 2018 Mobil Terbaik Amerika

TORRANCE, 19 Januari 2018 - Honda Accord 2018, generasi ke-10 sedan yang paling populer di Amerika, meraih penghargaan 2018 North...

Inilah Wajah Hyundai Veloster 2019 di Film Ant-Man

JAKARTA, 19 Januari 2018 – Hyundai All New 2019 Veloster bakal tampil di film garapan Marvel Studio terbaru. Coupe-sport milik...

VIDEO : Launching Datsun Cross di Indonesia

Jakarta-Datsun resmi memperkenalkan model crossover miliknya di Indonesia pertama kali. Model ini adalah Datsun Cross yang juga menjadi model ketiga dari Datsun. Produk ini...

Bongkar Jantung Pacu Datsun Cross

Jakarta-Datsun Cross yang baru saja hadir di Indonesia hadir dengan mesin HR12DE berkapasitas 1.2 liter dengan konfigurasi 3 silinder. Mesin ini sebenarnya sama seperti...