Home Drives TEST DRIVE: Hyundai Tucson, Worth To Be considered

TEST DRIVE: Hyundai Tucson, Worth To Be considered

Saat ini dan selanjutnya jangan pernah memandang produk-produk Hyundai seperti satu dekade lalu, termasuk Tucson 2016.

SHARE
Hyundai Tucson

Saya termasuk orang yang memberikan apresiasi besar jika berbicara Hyundai pada hari ini. Hyundai sukses melakukan akselerasi terutama dalam meningkatkan image mereka. Jadi perlahan tapi pasti anekdot “Dalam otomotif Korea tertinggal 10 tahun dari Jepang” sudah mulai usang, rentang jarak imaginer tersebut praktis sudah terpangkas.

Akselerasi ini bisa terwujud salah satunya dengan merekrut jawara-jawara desain kelas dunia. Hyundai built a dream team to do the miracle. Pertama dengan “membajak” Peter Schreyer dari Audi. Selanjutnya tim tersebut diperkuat oleh  Manfred Fitzgerald dari Lamborghini, Luc Donckerwolke dari Bentley Albert Bierman dan Thomas Burkley dari BMW. Kabar terakhir Peter Schreyer telah hengkang namun Hyundai telah mendapatkan desainer baru yakni Lee Sang-yup dari Bentley.

Rekrutmen gila-gilaan ini tentunya memakan dana yang juga gila-gilaan, namun terbukti cepat menghasilkan prestasi positif. Terlihat dari evolusi besar-besaran model Hyundai, salah satunya adalah SUV yang hadir dihadapan saya; Hyundai Tucson 2016.

Dengan materi The Dream Team jebolan pabrikan Eropa dan ‘memasak’ racikannya di Hyundai European Design Department, tak heran jika Hyundai melansir kendaraan bernuansa gaya Eropa. Secara kasat mata Tucson generasi ketiga ini tampak elegan dengan besutan aura sporti. Para desainer pun memperkuat identitas penampilannya lewat trapezium grille besar yang dipadukan dengan lampu meruncing selaras dengan garis bonnet. Jujur, saya seperti menemukan saudara tuanya Hyundai Santa Fe namun dengan ukuran yang lebih kompak.

Saya ingin mengatakan bahwa Tucson 2016 lebih besar dibandingkan dengan pendahulunya. Ini tak lepas dari body extension yang dilakukan sebesar 7,6 cm dan lebar 2,8 cm. Penambahan panjang sendiri juga terjadi pada jarak sumbu roda sebanyak 3 cm. Membuat dimensinya lebih proporsional.

Selanjutnya saya hanya memiliki dua catatan lain, pada bagian samping rasanya tak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Hanya terdapat aksen nut pintu bagian bawah yang membuat bentuknya lebih manis dan tidak terlalu lebar. Saya juga menikmati bagian buritannya yang memiliki lekuk bodi sederhana serta dengan desain lampu belakangnya. Saya rasa bagian-bagian itu memperkuat tampilan mobil secara keseluruhan sehingga memberikan kesan sebuah SUV bergaya Eropa – simpel tapi elegan. Sampai dititik ini rasanya bulgogi sudah benar-benar digantikan oleh Bauernwurst, sosis khas Bavarian.

Meski tidak seatraktif eksterior, suasana dalam kabin Tucson 2016 kembali menawarkan sebuah kesederhanaan namun memiliki sentuhan akhir dengan detail terbaik. Cukup menyenangkan dan praktis serta fitur-fitur yang ada user friendly.  Selain memiliki kabin yang dapat menampung 5 orang dewasa dan kopartemen barang yang cukup besar, kesenyapan kabin menurut saya juga harus menjadi catatan yang bernilai positif.

Yang paling menarik saat berkendara dengan Tucson 2016 adalah kestabilannya jauh lebih baik dari generasi sebelumnya. Usut punya usut, ternyata pabrikan melakukan penyempurnaan yang cukup signifikan terhadap rancang bangun serta setingan suspensinya. Hyundai berhasil menerjemahkan setingan dengan toleransi terbaik yang membuat light SUV ini memiliki stabilitas yang baik saat bermanuver di jalan-jalan perkotaan namun tetap nyaman di jalan non aspal.

Saya juga merasakan betul bahwa Tucson 2016 memiliki center of gravity yang patut mendapat nilai plus. Ini terbukti saat melakukan manuver dengannya baik dalam melewati tikungan-tikungan cukup tajam atau mungkin saat harus berpindah jalur di jalan bebas hambatan. Praktis gejala-gejala negatif dalam berkendara minim terjadi. Malah menurut saya siapa pun Anda pasti dapat dengan mudah dan menyenangkan untuk mengendalikan kendaraan.

Kondisi ini juga ditunjang dengan respon mesin yang moderat. Dengan kapasitas 2.0 liter dan tenaga 155 hp rasanya memiliki power to weight ratio yang pas dengan bobot yang harus diusungnya. Ini membuat respon tenaga dan juga transmisi otomatis 6 kecepatannya saya nilai cukup baik.

Dari sektor sistem penggerak, saya hanya memiliki dua catatan terakhir mengenai Tucson 2016. Yang pertama adalah aroma kurang sedap yang masuk ke dalam kabin saat melakukan akselerasi terutama pada putaran-putaran atas. Saya menaruh kecurigaan aroma tersebut datang dari sistem katalitik converter yang sepertinya memiliki posisi persis di bawah kursi depan. Lebih lanjut ini harus dikonfirmasi kembali ke pihak Hyundai Mobil Indonesia (HMI).

Catatan terakhir, sayangnya HMI tidak menawarkan mesin 1,6 liter turbo dengan 175 hp. Sejatinya dengan mengandalkan mesin ini dapat memberikan pilihan baru pada konsumen Indonesia. Menurut saya pribadi ini bisa menjadi salah satu senjata andalan dalam memikat hati para konsumen.

Spesifikasi Hyundai Tucson

Layout kendaraan : Crossover SUV 4 pintu, FWD
Mesin : I-4 NU 2.0 MPI D-CVVT 2.0 liter, 155 hp @ 6.200 rpm 196 Nm @ 4.000 rpm
Transmisi : 6 Speed  Automatic Shiftronic
P x L x T : 4.475 mm x 1.850 mm x 1.645 mm
Wheelbase : 2.670 mm
Kapasitas Tangki : 62 Liter
Curb weight : 1.508 kg
Top Speed : 176 km/jam
0 – 100 km/jam : 8,2 detik
Rekomendasi BBM : RON 92

ARIE PRASETYA

SHARE

INTERVIEW

Stefano Domenicali: Lamborghini Kerahkan SDM dan Jaringan Dealer Sambut Urus

JAKARTA, 7 Maret 2017 – Tinggal satu bulan lagi Lamborghini Urus akan memasuki tahap produksi yaitu pada bulan April depan....

Carl Isenbeck: Porsche di Indonesia Punya Trend Positif

JAKARTA, 28 Februari 2017 -- Porsche tak mau ketinggalan bersaing di pasar mobil premium di tanah air. PT Eurokars Artha...

Roelof Lamberts, Mercedes Enthusiasm

KEHADIRAN pria kelahiran Belanda ini di Indonesia sudah hampir dua tahun diawali ketika menjabat sebagai Director of Sales and Marketing...

INTERVIEW: Biswadev Sengupta, Step By Step

Kehadiran mobil Tata di Indonesia tergolong sangat baru. Baru tiga tahun, namun sudah mencatat total angka penjualan lebih dari 3000...

INTERVIEW: Adrian Tirtadjaja and Big Ideas

Penjualan mobil Lexus sepanjang tahun 2016 sampai bulan November di Indonesia telah mencapai angka 1000 unit. Sebuah pencapaian yang tinggi bagi brand mobil premium...

Tips

Hindari Tabrakan, Jaga Jarak Aman Kendaraan Anda

JAKARTA, 18 Maret 2017 - Kecelakaan merupakan sebuah hal yang sangat tak diinginkan oleh siapapun. Hal tersebut bisa saja diantisipasi...

Ini Ciri-Ciri Velg Mobil Bermasalah

JAKARTA, 6 Maret 2017 - Tekanan angin pada ban mobil kerap membuat mobil berjalan tidak stabil. Ternyata hal itu bukan...

Cuci Steam, Amankan Bagi Lapisan Anti Karat Mobil?

JAKARTA, 2 Maret 2017 -- Penggunaan lapisan anti karat pada kendaraan khususnya mobil memang telah banyak diterapkan pabrikan otomotif di Indonesia....

MORE UPDATE

Pecinta Toyota Veloz Peduli Anak Bangsa

YOGYAKARTA, 30 Maret 2017 - Veloz Community (VELOZITY) sebagai salah satu komunitas otomotif di Indonesia dan dalam rangka memperingati hari jadinya ke 5 pada...

Watch Studio Racing Team Kuasai Podium Di Dua Kelas

SENTUL, 30 Maret 2017 - Tim balap Watch Studio Racing Team (WSRT) baru pertama kali mengikuti ajang balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM)...

Aston Martin 1934 Meriahkan Pameran Klasik Inggris

LONDON, 30 Maret 2017 - Salah satu broker asuransi mobil klasik terkemuka di Inggris, Footman James, mengumumkan bakal merayakan restorasi mobil klasik di NEC...

Mazda CX-3 Raih Thailand Car of the Year 2016

HIROSHIMA, JEPANG, 30 Maret 2017 - Pabrikan Mazda Motor Corporation dalam siaran persnya mengumumkan bahwa crossover/SUV Mazda CX-3 dinobatkan sebagai Thailand Car of The...

Rolls-Royce Black Badge Rilis di Bangkok

BANGKOK, 29 Maret 2017 - Rolls-Royce Black Badge, sebuah dimensi baru dalam jajaran brand super premium, untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada publik Asia Tenggara...