Test Drive: Menikmati Kenyamanan Toyota All New Sienta

Test Drive: Menikmati Kenyamanan Toyota All New Sienta

BANDUNG, 29 Juli 2016 — Kehadiran Toyota All New Sienta benar-benar membuat banyak konsumen penasaran. Seorang tetangga yang tahu Carvaganza menerima undangan test drive Toyota All New Sienta dari PT Toyota Astra Motor, di Bandung, akhir pekan lalu, sengaja datang ke rumah. “Mau nyobain Sienta baru ya, Mas? Saya liat pas di IIMS 2016 lalu. Kelihatannya oke juga,” kata dia.

Si tetangga yang bekerja di kawasan Sudirman ini memang pernah bertanya soal mobil yang cocok untuk keluarga kecilnya. Bersama istri dan putrinya, ia ingin memiliki mobil yang cukup lapang dan bisa digunakan untuk bekerja dan aktivitas lain bersama keluarga. “Ntar cerita-cerita ya, Mas,” katanya lagi.

Dari sisi tampilan, Toyota Sienta memang hadir dengan gaya modern. Desain grille depan, Bi-Beam LED projector headlamp dengan LED cleaner dan auto levelling. Eksterior Sienta juga sudah dilengkapi retractable outer mirror, disc brake depan dan belakang, serta desain velg alloy berukuran 16 inci yang gaya.

Di bagian belakang Sienta menggunakan LED rear combination lamp dengan LED line guide. Untuk membantu pengemudi juga sudah dilengkapi rear parking sensor. Semua kombinasi ini dipastikan akan membuat banyak mata melirik Sienta saat Anda kendarai.

03082016-Car-Toyota-Sienta_02

Awal-awal test drive, saya lebih memilih menjadi penumpang. Maklum, mobil yang disebut Toyota sebagai Multi Active Vehicle (MAV) ini memang mengandalkan kenyamanan kabin. Berbeda dengan MPV kebanyakan di Indonesia, Sienta menggunakan pintu geser alias sliding door di bagian penumpang. Untuk tipe terendah E, menggunakan cara manual. Lalu tipe G menggunakan electric left side, tipe V dan Q menggunakan sistem electric sliding doors.

Hal ini membuat penumpang sangat mudah masuk ke dalam. Hanya saja di bagian baris kedua tidak ada arm rest. Untuk kursi baris ketiga memang lebih sempit dibandingkan baris depan atau kedua. Penumpang dewasa dengan tinggi 160 cm ke atas lututnya akan menempel ke kursi baris kedua, apalagi jka kursi dimundurkan ke belakang. Namun untuk mengakomodasi anak, rasanya masih cukup. Lainnya? No complain

03082016-Car-Toyota-Sienta_03

Performa Sienta baru saya rasakan malam harinya ketika kami menikmati makan malam di The 18th Restaurant & Lounge Trans Luxury Hotel. Posisi mengemudi dapat disesuaikan dengan postur pengemudi. Sudut pandang pun luas dan kabin yang lapang. Tampilan dasbor telah disematkan sistem head unit layar sentuh tujuh inch. Sistem hiburan ini dapat dioperasikan baik untuk radio, DVD, MP3, yang terkoneksi langsung dengan menggunakan Bluetooth, USB, Airplay, Miracast, dan voice command. Untuk cara pengoperasiannya cukup mudah dan terjangkau.

Dapur pacu Sienta dibekali mesin 2NR-FE Dual VVT-i + ETCS-i berkapasitas 1.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga 107 PS dan torsi 14,6 kgm (140 Nm). Mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 6-speed dan CVT (continuous variable transmission) 7-speed yang dilengkapi sistem Sequential Shiftmatic.

03082016-Car-Toyota-Sienta_06

Tuas persneling dan rem tangan diposisikan agak rendah. Posisinya sedikit berbeda dibandingkan versi Jepang yang ditempatkan di dashboard. Meski agak rendah, pengoperasian tuas persneling dan rem tangan cukup mudah.

Tarikan awal mesin terasa kurang responsif sehingga mobil terasa tidak terlalu menghentak. Tapi ini bisa memberikan rasa nyaman ke penumpang belakang. Saat menggunakan model matik, perpindahan giginya terasa halus. Perpindaham antar gigi nyaris tidak ada hentakan juga responsif meski terasa lama ketika mencapai angka di atas 100 km/jam. Selain itu suara mesin terdengar cukup keras hingga ke kabin saat pedal gas ditekan dalam-dalam.

03082016-Car-Toyota-Sienta_04

Toyota menawarkan 4 varian Sienta yaitu Type E M/T seharga Rp 230 juta, Type E CVT (Rp 248 juta), Type G M/T (Rp 242 juta), Type G CVT (Rp 260 juta), Type V M/T (Rp 257 juta), Type V CVT (Rp 275 juta), dan tipe tertinggi Type Q CVT (Rp 295 juta). Dari sisi harga, mobil yang disebut sebagai pesaing Honda Freed ini cukup menjanjikan.

Pulang ke Jakarta, si tetangga tak sabaran langsung bertanya. “Bagaimana, Mas? Enak?” tanya dia. “Overall sih oke,” jawab saya. “Mobil ini punya tampilan yang beda, kabin nyaman dan lapang, tentunya ada catatan sana-sini. Mesin juga cukup jago.“ Si tetangga tersenyum sumringah. “Wah, bakal kesampaian juga keinginan istri punya mobil baru,” kata dia.

RAJU FEBRIAN

JAKARTA, 6 Desember 2016 - Mercedes-Benz Indonesia kembali menggelar kampanye National Service Weeks 2016. Event ini digelar di seluruh jaringan...

FLORIDA, 6 Desember 2016 – Kegilaan orang pada mobil kadang-kadang bisa masuk kategori tidak masuk akal. Sebuah mobil ke-500 Ferrari...

JAKARTA, 5 Desember 2016 - MarkPlus, Inc. kembali akan menggelar seminar marketing akbar terbesar di Asia The 11th Annual MarkPlus...

MUENCHEN, 5 Desember 2016 -- Sebelum Audi A3 diperkenalkan, industri otomotif tidak memiliki premium compact hatchback, selain 3 Series Compact....

TANGERANG SELATAN, 5 Desember 2016 - Setiap kendaraan bermotor pasti menggunakan battery atau yang lebih kita kenal dengan nama aki...