BMW Active Tourer, Beyond Expectation

BMW Active Tourer, Beyond Expectation

BMW mempertahankan DNA Sport di setiap kendaraannya, termasuk Active Tourer

BMW Active Tourer (Foto: Guntur Panji Relawan)

Sejak awal tahun 2015, BMW Indonesia tak ada henti-hentinya melepaskan tembakan jitu lewat model-model yang diluncurkan di setiap segmennya. Diawali oleh BMW X5 Diesel yang mewakili segmen SUV premium hingga ke kelas MPV, atau menggunakan istilah BMW, Sport Active Tourer.

BMW Indonesia seperti tak mau memberi celah bagi pelanggannya dari berbagai segmen produknya untuk beralih brand, mulai dari entry level hingga kawanan M. Nah, BMW Active Tourer ini sudah lama kami incar. Pasalnya ia terlihat begitu jinak dari luar, namun ternyata jantung dibalik bonnetnya membungkam ungkapan saya itu.

BMW Active Tourer menggabungkan karakter mobil keluarga dengan performa mesin khas BMW. Kalau tidak, fitur mode pengendaraan eco-comfor-sport mustahil disematkan dalam Active Tourer. Ketiganya mengubah karakter mesin, chassis, dan steer.

BMW Active Tourer (Foto: Guntur Panji Relawan)
BMW Active Tourer (Foto: Guntur Panji Relawan)

Meski hanya bermodal mesin tiga silinder 1.5 liter, Active Tourer bisa berubah dengan cepat dari mobil yang sangat nyaman dan irit menjadi bersuspensi stiff dengan perpindahan transmisi Steptronic 6-kecepatan yang begitu responsif. Semua itu hanya dengan memindahkan mode pengedaraan dari eco ke sport.

Dengan kapasitas lima penumpang, Active Tourer menawarkan kenyaman kabin di seluruh bagian, berkat panjang kendaraan yang mencapai 4342 mm dan wheelbase 2670mm. Di samping daya angkut dengan leg room dan headroom yang luas, Active Tourer juga memiliki volume bagasi hingga 1510 liter. Posisi duduknya terasa seperi SUV: visibilitas yang luas dan posisi yang commanding.

BMW Active Tourer (Foto: Guntur Panji Relawan)
BMW Active Tourer (Foto: Guntur Panji Relawan)

Di samping itu, jok kulit Dakotanya memeluk erat saat Anda memacunya secara brutal. Nah, bicara soal pengendaraan yang dinamis, Anda dapat merasakan mode eco benar-benar memberikan kontribusi besar pada konsumsi bahan bakar berkat fitur auto start/stop function.

Peranti tersebut mematikan kerja mesin saat Anda menginjak pedal rem. Sementara mesin berhenti bekerja, fitur lain seperti AC dan audio tetap bekerja menjaga kenyamanan penumpang kabin. Di atas kertas BMW Active Tourer memiliki konsumsi BBM 19,6 km/liter.

Di dalam kabin saya dimanjakan dengan fitur BMW ConnectedDrive yang dikoneksikan dengan iPhone4S. Aplikasi BMW ConnectedDrive dalam iOs terintegrasi dengan layar 6,5 inci termasuk informasi kendaraan, seperti jarak tempuh serta power dan torsi meter. Saya merasakan betul atmosfer mobil keluarga saat mengaktifkan speed limit. Throttle terasa kosong saat sudah mencapai speed limit yang telah diset, 60km/jam. Lebih dari itu, mesin tak mengijinkan kecepatannya bertambah.

Bagaimana liputan lengkapnya? Baca rubrik Driving di Majalah Carvaganza edisi Agustus 2015.

ALVANDO NOYA

JAKARTA, 2 Desember 2016 - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mendapatkan penghargaan bergengsi dari ajang Indonesia PR of The Year...

JAKARTA, 2 Desember 2016 -- PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggelar Daihatsu Skill Contest khusus untuk guru dan siswa...

BANDUNG, 2 Desember 2016 -- PT. Nissan Motor Indonesia pada hari ini Jumat (2/12) menyelenggarakan Nissan Media Workshop 2016 di...

JAKARTA, 2 November 2016 – Toyota Etios Valco ternyata gagal bersaing di pasar Indonesia. Hatchback dengan mesin 1,2 liter itu...

STOCKHOLM, 2 Desember 2016 -- Volvo V90 dipilih sebagai anggota terbaru dari armada Kepolisian Swedia. Keputusan ini menyusul hasil memuaskan...