Beranda EDITOR'S PICKS Nasib Rio Haryanto di Ujung Tanduk

Nasib Rio Haryanto di Ujung Tanduk

Jika perhitungannya adalah pada biaya sokongan yang begitu tinggi, memang benar olahraga F1 itu mahal. Tapi memiliki esensi yang sangat kuat.

BERBAGI

JAKARTA, 21 Juni 2016 – Sudah berulang-kali media massa menulis tentang pembalap Indonesia, Rio Haryanto, berikut kiprahnya di Formula 1 selama musim 2016. Bahkan nama pembalap kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1993 ini beberapa kali menjadi trending topic motorsport Indonesia. Dan kini, ia telah mengikuti 8 putaran F1 sampai Baku City Circuit, Minggu, 19 Juni kemarin.

Di tengah semakin membaiknya performa juara grand prix GP3 dan GP2 tersebut di F1 selama musim berjalan, nasibnya untuk menyelesaikan musim sampai selesai masih belum pasti. Kendalanya adalah finansial. Beberapa waktu lalu utusan Manor Racing, tempat Rio bernaung sekarang, sudah menemui Menpora Imam Nahrawi. Tapi belum ada kata pasti bahwa Rio dapat menyelesaikan sampai musim berakhir.

Akhirnya, jika belum ada kepastian tentang kondisi finansial, Rio Haryanto hanya akan membalap setengah musim saja. Hanya sampai 10–11 race saja dari total 21 putaran yang digelar sepanjang 2016. Langkahnya akan terhenti sampai Hungaroring pada 21 Juli, dan ia tidak akan melangkah lagi dari GP Jerman sampai pamungkas di Abu Dhabi.

Carvaganza sendiri sudah beberapa kali menurunkan tulisan tentang Rio Haryanto. (Baca: Mengapa Harus Rio Haryanto? Bagian 1 dan Bagian 2). Carvaganza juga menurunkan beberapa artikel penilaian terhadap performa Rio sepanjang musim berjalan. Bahkan dengan penuh penegasan, Carvaganza menegaskan bahwa performa Rio sekarang ini harus diukur secara logis. Kemungkinannya untuk meraih poin (finish 10 besar) sangat kecil karena ragam faktor, salah satunya karena faktor tim dan ia adalah rookie.

18062016-Car-EuropeGP-Q2_05

Menilai Rio secara logis adalah dari kemampuannya bersaing dengan rekan satu timnya Pascal Wehrlein – yang sudah memiliki jam terbang di F1 lebih tinggi – dan catatan finishnya. Artinya, Rio bisa finish pada musim perdananya adalah suatu hal yang sudah bagus.

Merujuk pada hal itu, dari 8 putaran yang sudah dijalani Rio, ia menyelesaikan balapan sampai finish 6 putaran. Yakni di di Bahrain, Cina, Spanyol, Monaco, Kanada dan di GP Eropa, Azerbaijan. Ia tidak finish di dua balapan, GP Aussie dan di Rusia. Rio tidak finish pun bukan karena faktor kesalahannya, melainkan karena gangguan transmisi di balapan pembuka musim 2016 dan di Rusia, Ia ditabrak oleh lawannya.

Nah sekarang, bagaimana kans Rio sampai akhir musim 2016? Tergantung dari sumber finansial yang tersedia. Pasalnya, jika tidak ada finansial, Rio tak bisa melanjutkan. Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah perlu Rio melanjutkan sampai musim berakhir?

19062016-Car-Rio-Haryanto_02

Saya sebagai jurnalis otomotif dan motorsport tentu memandang perlu kehadiran Rio Haryanto di F1. Kehadiran pembalap yang berusia 23 tahun tersebut di F1 sebagai sebuah tonggak sejarah baru bagi sejarah perjalanan bangsa ini. (Baca: Mengapa Harus Rio Haryanto? Bagian 1 dan Bagian 2). Sama dengan ketika Malaysia menggelar GP F1 pertama kalinya tahun 1999 atau ketika Azerbaijan menjadikan Baku City Circuit menggelar debutnya Minggu lalu.

Justru di saat negara-negara berkembang lain sedang berlomba mengejar prestasi puncak di olahraga, kita harus memanfaatkan pembalap bertalenta yang sudah masuk F1. Jika perhitungannya adalah pada biaya sokongan yang begitu tinggi, memang benar olahraga F1 itu mahal. Tapi memiliki esensi yang sangat kuat. Pada setiap tahunnya hanya ada 20 – 22 kursi F1 yang yang diperebutkan oleh ratusan pembalap di dunia. Dengan tingkat eksposur yang sangat tinggi dan teknologi yang mahal, biaya di F1 memang tidak seperti olahraga kebanyakan.

Negara tidak perlu menyia-nyiakan aset penting yang dimiliki, justru harus memberikan dorongan agar terus tumbuh. Jika kita tidak bisa menjadi tuan rumah motorsport tingkat internasional, ya kita support atletnya. Selebihnya diserahkan kepada seleksi alam, apakah Rio atau atlet-atlet lainnya mampu memberikan prestasi lebih. Dan saya pikir, bagus menjadi dorongan bagi para pembalap junior di Indonesia termasuk Sean Gelael dan Philopaz Armand, yang sekarang berlaga di GP2.

EKA ZULKARNAIN

BERBAGI

Tips

Tips Melakukan Tune-Up a la Pembalap Jalanan Italia

JAKARTA, 4 Juli2017 -- Libur Lebaran 2017 telah berakhir. Waktunya kembali beraktifitas di ibu kota khususnya. Sebelum beraktifitas, tidak ada salahnya...

Gunakan Bahan Ini untuk Menghilangkan Noda Aspal di Mobil Anda

JAKARTA, 28 Mei 2017 - Noda merupakan hal yang paling dibenci oleh semua orang. Bukan hanya noda pada pakaian saja,...

Mau Test Drive Hyundai di IIMS 2017? Ini Tipsnya

JAKARTA, 29 April 2017 -- Test drive menjadi cara ampuh untuk memahami lebih detail terhadap mobil incaran. Anda bisa mengeksplorasi...

INTERVIEW

INTERVIEW: Karen Lim, More Than Meets The Eye

Saat memasuki ruang president director BMW Group Indonesia, Karen Lim menyambut kami dengan potongan rambut baru yang lebih segar. Mukanya...

INTERVIEW: Arie Christopher Setiadharma, Ferrari Family

Pria kelahiran Jakarta ini sangat mencinta mobil. Dari kecil iya sudah menyukai mobil, bahkan sejak SD sudah menggilai majalah-majalah yang...

Stefano Domenicali: Lamborghini Kerahkan SDM dan Jaringan Dealer Sambut Urus

JAKARTA, 7 Maret 2017 – Tinggal satu bulan lagi Lamborghini Urus akan memasuki tahap produksi yaitu pada bulan April depan....

MORE UPDATE

Velozity Gelar Perjalanan Jelajah 3 Negara

JAKARTA, 27 Juli 2017 – Bagi mereka, kendaraan bukan hanya sekedar alat melainkan juga sarana bersenang-senang. Menyalurkan hobi dan antusiasme....

Mengatasi Aki Palsu Bosch Bikin Divisi Khusus

JAKARTA, 27 Juli 2017 -- Bosch Indonesia tidak hanya menjual produk aftermarket-nya di toko suku cadang khusus, tetapi di semua...

Begini Kata Bos Mitsubishi Tentang Mobil MPV Barunya

JAKARTA, 27 Juli 2017 – Sebagai President Director Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Kyoya Kondo merupakan salah satu...

Honda Jazz Terbaru, Apa Saja Ubahannya?

JAKARTA, 27 Juli 2017 -- PT Honda Prospect Motor akhirnya secara resmi meluncurkan Honda Jazz dengan penyegaran penampilan (facelift) di...

Toyota Yaris Club Indonesia Gelar Turing “Jelajah Negeri 3 Serumpun”

JAKARTA, 27 Juli 2017 - Perkumpulan pengguna Toyota Yaris yang tergabung dalam Toyota Yaris Club Indonesia menggelar turing dan juga...